(0)


Bisnis.com, JAKARTA— Setelah sempat mengalami perlambatan pada tahun babi tanah, bisnis properti pada tahun tikus logam diyakini oleh pengembang akan mulai membaik.

Direktur PT Tri Raton Mega Iwan Romano optimistis penjualan properti pada tahun ini bisa bergerak naik. Menurutnya, pergerakan positif sudah mulai dirasakan pada proyek properti yang sedang dikembangkan.

“Bagi masyarakat keturunan China, kepercayaan terhadap feng shui sangat besar dan ini juga kami yakini akan memengaruhi pergerakan sektor properti. Pada tahun tikus logam ini, kami melihat investasi properti akan memberi keuntungan yang baik, apalagi untuk properti di Jakarta,” ujarnya melalui siaran pers, Jumat (24/1/2020).

Iwan keyakinan bahwa kinerja sektor properti bakal lebih baik juga didukung oleh prediksi sejumlah ahli feng shui.

Ahli feng shui Jenie Kumala Dewi sebelumnya mengatakan bahwa sektor properti pada tahun ini akan lebih baik jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang cenderung melambat dan tidak dinamis.

Prediksi serupa juga disampaikan ahli feng shui Xiang Yi Hong. Dia optimistis terhadap sektor properti pada tahun tikus logam ini. Menurutnya, pada tahun ini bisnis properti adalah bidang yang dianggap paling potensial.

“Salah satu alasannya karena pada 2020 bisnis properti terus mengalami perbaikan dan peningkatkan dari tahun-tahun sebelumnya,” ucapnya.

Sementara itu, PT Tri Raton Mega yang merupakan bagian dari pengembang Australia Rich Vista yang telah memiliki pengalaman di sektor properti dan telah mengembangkan bisnis properti ke Indonesia.

Proyek properti yang sedang dikembangkan di Indonesia adalah apartemen Norrington Suites yang berada di koridor Bypass Cawang–Tanjung Priok. Apartemen tersebut difokuskan untuk menyasar segmen menengah atas.

Apartemen yang dibangun di lahan seluas 9.105 meter persegi itu tengah dalam proses pengerjaan konstruksi oleh PT Adhi Persada Gedung. Selain apartemen di kawasan tersebut juga akan dibangun hotel berkelas bintang 4.

“Dengan konsep kawasan yang modern dan mewah, kami optimis properti yang kami kembangkan akan diterima masyarakat,” ungkapnya.

Iwan menargetkan proyek hotel dapat memasuki tahap tutup atap pada April 2020, sedangkan untuk proyek apartemen proses tutup atap rencananya dijalankan pada November 2020. Untuk serah terima unit apartemen, pengembang menargetkan dapat dilaksanakan pada kuartal ketiga 2021.


Sumber : ekonomi.bisnis.com


Baca Artikel Terkait
Berita Terkini | 30 Maret 2020
Jelang Ramadan, Sektor Properti Masih Wait and See
Bisnis.com, JAKARTA — Jelang Ramadan, pengembang properti memprediksi masyarakat dan kalangan investor masih tetap melakukan sikap wait and see menyusul mewabahnya virus corona jenis baru di Indonesia.Ketua Umum Asosiasi Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Junaidi Abdillah mengatakan permintaan hunian bersubsidi dinilai sangat tinggi jika dalam kondisi normal."Permasalahannya, Ramadan tahunBaca Selengkapnya
Berita Terkini | 30 Maret 2020
Genjot KPR, Pengembang Rumah Subsidi Rela Beri Stimulus
Bisnis.com, JAKARTA - Pengembang rumah subsidi harus rela memberikan stimulus kepada konsumen menyusul tekanan yang melanda sektor properti akibat dampak wabah corona atau Covid-19. Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Junaidi Abdillah mengatakan bahwa pihaknya berinisiatif memberikan keringanan terhadap kalangan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dalam pembelian rumah. KeringananBaca Selengkapnya
Berita Terkini | 30 Maret 2020
Survei: Milenial Indonesia Lebih Mengincar Rumah ketimbang Apartemen
JAKARTA, KOMPAS.com - Chief Innovation Officer Shirvano Consulting Fadhila Nur Latifah Sani mengatakan, ketertarikan generasi milenial akan rumah (landed house) lebih besar ketimbang hunian vertikal. Hal tersebut dapat dibuktikan dari hasil survei Shirvano Consulting saat melakukan penyigian pada tahun 2019 dengan mengumpulkan sebanyak 175 responden di seluruh pulauBaca Selengkapnya