(0)


JAKARTA, KOMPAS.com - Merebaknya virus corona ( covid-19) turut memengaruhi transaksi properti di Indonesia.

Ketua Umum Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) Lukas Bong mengatakan memang ada dampak terhadap transaksi jual-beli properti pasca merebaknya corona di Indonesia.

Kejadian ini menyebabkan para broker tidak dapat melakukan aktivitas terutama secara tatap muka.

Selain itu, banyak pihak yang menunda dan menjadwalkan ulang acara serta peluncuran produknya.

Setiap kegiatan tersebut, sebut Lukas, memang merupakan ajang pertemuan sekaligus transaksi bagi para broker properti.

"( Corona) baru merebak akhir-akhir ini (di Indonesia). Aktivitas terganggu, jadi kelihatannya saat-saat ini ada sedikit gangguan. Kan aktivitasnya berkurang, pertemuan juga sudah dibatasi," ucap Lukas kepada Kompas.com, Senin (16/3/2020).

Lukas menambahkan, sub sektor properti yang terkena dampak lebih besar adalah ritel.

"Investasi dan ritel ya, dalam artian seperti mal," tutur dia.

Meski begitu dia belum mengetahui berapa penurunan transaksi yang terjadi.

Saat ini para broker melakukan pencegahan penyebaran corona dengan kerja dari rumah. Aktivitas pertemuan pun turut dikurangi.

Kelak jika wabah ini sudah mereda, Lukas menuturkan, para broker dan pengembang bisa langsung melakukan aktivitasnya termasuk meluncurkan proyek baru.


Sumber : properti.kompas.com


Baca Artikel Terkait
Berita Terkini | 18 Mei 2020
Pengembang Rumah Subsidi Desak Percepatan Realisasi KPR
Bisnis.com, JAKARTA - Pengembang rumah bersubsidi kembali mendesak perbankan memberikan insentif percepatan realisasi kredit pemilikan rumah (KPR) di tengah wabah corona jenis baru atau Covid-19.Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Daniel Djumali mengatakan bahwa kondisi saat ini perbankan malah mempersulit dalam melakukan akad KPR.Dia mengatakan bahwaBaca Selengkapnya
Berita Terkini | 18 Mei 2020
Penyaluran Dana Subsidi KPR FLPP Capai Rp4,85 Triliun
Bisnis.com, JAKARTA - Pusat Pengelola Dana Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mencatat total dana penyaluran kredit pemilikan rumah fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (KPR FLPP) mencapai Rp4,85 triliun.Direktur Utama Pusat Pengelola Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Arief Sabaruddin mengatakan bahwa nilai tersebut disalurkan untuk 48.837 unit rumah atau setaraBaca Selengkapnya
Berita Terkini | 18 Mei 2020
Gara-Gara Covid-19, Pengajuan Rumah Subsidi Turun
Bisnis.com, JAKARTA - Pusat Pengelola Dana Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyatakan bahwa saat ini rata-rata calon debitur rumah subsidi cenderung menurun.Direktur Utama Pusat Pengelola Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Arief Sabaruddin mengatakan calon debitur yang mendaftar melalui aplikasi Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan (SiKasep) tercatat di bawahBaca Selengkapnya