(0)


KOMPAS.com -Filosofi Zen nampak semakin relevan diterapkan untuk mengimbangi gaya hidup modern. Zen Living dipercaya dapat menghadirkan kebahagiaan dan ketenangan di dalam jiwa.

Namun untuk memperoleh hasilnya secara menyeluruh, Zen Living tak bisa sebatas dipahami sebagai filosofi atau aliran spiritual saja, Zen Living perlu diterapkan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.

Rumah dapat menjadi sarana pendukung untuk Anda yang serius ingin menjalani hidup ala Zen Living.

Penerapan prinsip Zen Living pada penataan rumah menjadi resep manjur dalam menciptakan suasana harmonis.

Setelah menjalani kesibukan dan aktivitas yang padat sepanjang hari, tentu sangat melegakan apabila bisa beristirahat dengan rileks di rumah.

Beberapa praktisi Zen Living berbagi bahwa dengan perubahan sederhana dalam penataan ataupun cara bersikap, ketenangan dan suasana tentram bisa tercipta di dalam rumah.

Inilah, 4 prinsip Zen Living yang bisa Anda aplikasikan pada hunian.

Sisakan Ruang Kosong

Sisakan ruang kosong Sisakan ruang kosong(Dekoruma)Dalam buku The Art of Simple Living, Kepala Biksu di Kuil Kenkoji, Shunmyo Masuno, menganjurkan kita menyempatkan waktu untuk menjernihkan pikiran dengan tak memikirkan apapun.

Dengan melimpahnya kesibukan, padatnya aktivitas, dan beratnya tekanan pekerjaan, hampir mustahil rasanya untuk bisa mengosongkan isi kepala kita.

Maka dari itu keberadaan ruang kosong di dalam rumah jadi begitu penting. Ruang kosong dapat memberikan efek lapang pada ruangan dan menjauhkan Anda dari distraksi yang merusak ketenangan saat sedang berelaksasi.

Menghadirkan Taman di Lahan Terbuka

Hidup harmonis dengan Zen Living Hidup harmonis dengan Zen Living(Dekoruma)Selain berprofesi sebagai biksu, Masuno juga mendalami ilmu lanskap yang berhubungan dengan seni berkebun dan merancang taman.

Dari sini, Masuno mendapati bahwa alam berperan serta dalam menciptakan keseimbangan hidup. Hubungan antara manusia sepatutnya dijaga baik-baik, bahkan jika perlu keduanya perlu saling merawat.

Cobalah untuk memanfaatkan lahan terbuka di sekitar rumah untuk dijadikan kebun atau taman. Jika tak memiliki lahan kosong, area seperti balkon atau atap juga dapat disulap menjadi taman.

Penataannya tak harus mengikuti desain Zen garden yang kerap ditemukan pada kuil atau arsitektur Jepang.

Sebaliknya, lanskap terbuka harus merepresentasikan mimpi terbesar Anda, rancanglah sesuai dengan taman atau tempat terindah yang ingin Anda kunjungi.

Mempertahankan Kesederhanaan

Mempertahankan Kesederhanaan Mempertahankan Kesederhanaan(Dekoruma)Salah satu prinsip dasar Zen Living yang kerap diterapkan dalam penataan ruang adalah shibumi.

Pertama kali diperkenalkan ke khalayak ramai pada tahun 1960, shibumi tak memiliki definisi tetap.

Tetapi dalam bidang arsitektur kerap digunakan untuk mengungkapkan hal yang sifatnya berlawanan satu sama lain, seperti “kemewahan yang membumi” atau “keindahan yang tak sempurna”. Pada dasarnya, shibumi menyoroti keindahan dari kesederhanaan dari setiap hal.

Dalam mengaplikasikan konsep kesederhanaan dari shibumi, pastikan Anda rela membuang atau menghindari barang-barang yang tidak terlalu dibutuhkan.

Prinsip ini berbeda dengan sikap perhitungan yang cenderung mengabaikan kualitas, shibumi tetap menekankan terhadap penggunaan barang yang memiliki nilai guna tinggi.

Tampilkan Perbedaan

Tampilkan Perbedaan Tampilkan Perbedaan(Dekoruma)Rutinitas hidup pastinya dapat menimbulkan kejenuhan. Prinsip lain dari Zen Living, yaitu datsuzoku dapat menjadi obat penawar untuk melepas kepenatan yang muncul dari kegiatan yang dilakukan secara berulang.

Shoukei Matsumoto, penulis A Monk’s Guide to a Clean House Mind, menjelaskan datsuzoku dalam Zen Living menghargai hal-hal yang tak terduga yang terjadi di luar rutinitas normal.

Dengan begitu, Anda tak perlu takut untuk mencoba sesuatu yang berbeda dalam menata interior rumah, namun bukan berarti tak menghiraukan prinsip keseimbangan dari Zen Living itu sendiri.

Gunakan waena mencolok Gunakan waena mencolok(Dekoruma)

Jika ingin menggunakan warna-warna mencolok di ruangan misalnya, cobalah untuk menampilkan warna tersebut sebagai aksen daripada warna utama.

Saat mencoba mengubah gaya hidup mengikuti prinsip Zen Living, Anda tak perlu khawatir tak memperoleh manfaatnya secara maksimal.

Tujuan bukan fokus utama dari Zen living, sebagaimana yang diungkapkan oleh Masuno, Zen Living lebih memprioritaskan praktik dan konsistensi, sementara soal hasil itu belakangan.



Sumber : properti.kompas.com

Baca Artikel Terkait
Info Terbaru | 25 November 2019
Jangan Investasi Properti jika 5 Hal Ini Tak Terpenuhi
KOMPAS.com - Dengan tren dan proyeksi harga yang selalu naik, properti adalah salah satu instrumen investasi yang selalu diminati. Karakteristik properti memang tidak secair instrumen-instrumen lain seperti saham, Surat Utang Negara (SUN), atau logam mulia. Walaupun begitu, properti juga punya daya tariknya tersendiri. Selain bisa ditempati sendiri oleh Anda atau keluarga,Baca Selengkapnya
Info Terbaru | 25 November 2019
Otentik! Hunian Sekaligus Galeri Seni yang Elegan dan Berkelas
KOMPAS.com - Interior minimalis warna hitam mungkin tidak terdengar begitu menarik. Banyak orang beranggapan bahwa penggunaan warna gelap seperti hitam akan menyerap energi yang ada di sekelilingnya.Padahal kenyataannya, warna gelap yang tegas dapat memberikan atmosfer unik yang berbeda. Dipadu dengan penataan yang pas dan sesuai, karakter warna ini justru akan memberikan kesan modernBaca Selengkapnya
Info Terbaru | 25 November 2019
Desain Apartemen untuk Para Pecinta Kucing
KOMPAS.com - Beragam hal, rela dilakukan oleh para pecinta kucing untuk hewan kesayangannya. Salah satunya, membuatkan pintu kucing sebagai akses keluar masuk hewan menggemaskan yang satu ini. Seperti yang terlihat jelas di sebuah apartemen yang berada di Paris. Kali ini kita akan melihat uniknya renovasi apartemen minimalis Sacha yang berlokasiBaca Selengkapnya