(0)


Ini Alasan Keluarga Muda Lebih Senang Rumah Tapak
Berita Terkini | 10 Februari 2020

Bisnis.com, JAKARTA-- Minat masyarakat untuk memiliki hunian berupa rumah tapak ternyata masih sangat besar. Hal ini terlihat dari hasil riset situs jual beli rumah dalam jaringan Rumah123.com.

Hasil riset menyebutkan bahwa tingkat pencarian rumah tapak naik 34 persen, sedangkan pencari apartemen dan tanah justru turun masing-masing 10 persen dan 2 persen. Pengembang perumahan pun semakin agresif untuk menjajakan produk rumah tapak.

Sejumlah pengembang untuk menangkap peluang dan potensi pasar rumah tapak, salah satunya PT Triyasa Propertindo (Triyasa) bagian dari PT Tiara Marga Trakindo (Grup TMT).

Perusahaan yang sebelumnya telah membangun gedung perkantoran di kawasan Rasuna Epicentrum, Kuningan ini, mulai merambah bisnis rumah tapak dengan menghadirkan dua hunian  berkonsep Smart and Modern Living yaitu Samira Residence Sentul dan Samira Regency Bekasi.

Direktur PT Triyasa Propertindo Andrie Gotama mengakui bahwa rumah tapak masih sangat diminati oleh masyarakat karena keinginan untuk memiliki rumah dan tanah, berbeda dengan apartemen yang hanya berupa bangunan.

Dari sisi harga, berdasarkan survei internal yang dilakukan perusahaan, rata-rata harga rumah yang paling diminati berkisar di bawah Rp700 juta yakni sekitar Rp400 juta hingga Rp700 juta.

“Saat ini banyak kaum millennial dan keluarga muda yang ingin memiliki rumah sendiri, biasanya mereka lebih senang dengan rumah tapak karena masih ada sisa tanah yang bisa dikembangkan. Untuk harga berkisar diangka Rp400 jutaan hingga Rp700 juta,” ujarnya, Jumat (7/2/2020).

Berangkat dari sinilah, perusahaan kemudian fokus untuk mengembangkan hunian tapak yang ditawarkan mulai dari Rp400 jutaan.

COO Triyasa, Zaenal Abidin, menjelaskan Samira Regency Bekasi yang mengusung konsep “The Affordable Modern Living” ini dibangun di atas lahan seluas 2,1 Ha dan terbagi menjadi tiga fase penjualan.

Adapun total yang ditawarkan adalah 159 unit rumah yang terdiri dari 3 tipe rumah yakni, Amethyst (30/60), Citrine (45/72) dan Emerald (55/72) dan 20 unit ruko. "Saat ini Samira Regency Bekasi mulai memasarkan fase 1 dengan total 51 unit rumah dan 5 unit ruko dengan harga mulai dari Rp 400 juta-an hingga Rp 900 juta-an," tuturnya.

Lokasinya sendiri cukup strategis  hanya berjarak 5 menit dari pintu tol Grand Wisata, 15 menit ke stasiun KRL Tambun dan LRT Bekasi Timur. Dekat dengan berbagai sarana ibadah, pendidikan, rekreasi dan kesehatan.Setiap unit rumah pun dilengkapi dengan fasilitas smart green home dan CCTV. Samira Regency Bekasi

Sementara itu, Samira Residence Sentul dibangun di atas lahan seluas 2,1 Hektar  dengan 111 Unit Rumah yang terbagi atas empat tipe, yaitu: Tipe 36/84, Tipe 45/84, Tipe 75/96 dan Tipe 90/96 dan 16 unit Ruko.

"Samira Residence mengusung konsep “Your Smart Living at Sentul”, ditawarkan dengan harga mulai dari Rp 700 juta-an hingga Rp 1.3 milyar-an," tuturnya.

Adapun lokasinya berada di area CBD Sentul, dengan jarak 1,2 km dari pintu keluar tol Sentul Selatan1 km dari pintu masuk tol Lingkar Luar Bogor1.5 km dari rencana stasiun LRT dan dekat dengan fasilitas public diantaranya IKEA, Aeon Mall serta sarana rekreasi seperti Theme Park.

Lebih lanjut Zaenal Abidin menjelaskan bahwa Samira Residence Sentul dan Samira Regency Bekasi memberikan jaminan Architecture with Intelligence. Artinya dibangun dengan spesifikasi bahan bangunan yang berkualitas dengan high ceiling 4 meter agar memiliki pencahayaan alami dan sirkulasi udara yang baik.


Sumber : ekonomi.bisnis.com


Baca Artikel Terkait
Berita Terkini | 30 Maret 2020
Jelang Ramadan, Sektor Properti Masih Wait and See
Bisnis.com, JAKARTA — Jelang Ramadan, pengembang properti memprediksi masyarakat dan kalangan investor masih tetap melakukan sikap wait and see menyusul mewabahnya virus corona jenis baru di Indonesia.Ketua Umum Asosiasi Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Junaidi Abdillah mengatakan permintaan hunian bersubsidi dinilai sangat tinggi jika dalam kondisi normal."Permasalahannya, Ramadan tahunBaca Selengkapnya
Berita Terkini | 30 Maret 2020
Genjot KPR, Pengembang Rumah Subsidi Rela Beri Stimulus
Bisnis.com, JAKARTA - Pengembang rumah subsidi harus rela memberikan stimulus kepada konsumen menyusul tekanan yang melanda sektor properti akibat dampak wabah corona atau Covid-19. Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Junaidi Abdillah mengatakan bahwa pihaknya berinisiatif memberikan keringanan terhadap kalangan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dalam pembelian rumah. KeringananBaca Selengkapnya
Berita Terkini | 30 Maret 2020
Survei: Milenial Indonesia Lebih Mengincar Rumah ketimbang Apartemen
JAKARTA, KOMPAS.com - Chief Innovation Officer Shirvano Consulting Fadhila Nur Latifah Sani mengatakan, ketertarikan generasi milenial akan rumah (landed house) lebih besar ketimbang hunian vertikal. Hal tersebut dapat dibuktikan dari hasil survei Shirvano Consulting saat melakukan penyigian pada tahun 2019 dengan mengumpulkan sebanyak 175 responden di seluruh pulauBaca Selengkapnya