(0)


Bisnis.com, JAKARTA – Tampilan ruang kantor terbuka yang bisa dibuat lebih fleksibel, kreatif, cerah ceria dan estetik membuatnya menjadi tren belakangan ini. Namun, hal in justru menjadi masalah baru para pekerja karena privasinya menjadi terganggu.

Kantor terbuka awalnya tercetus untuk membuat para karyawan lebih terbuka dalam hal kolaborasi, dan memicu ide-ide kreatif. Orang luar yang melihat ruang kantor terbuka mungkin akan merasa bahwa kantor itu punya banyak energi, pekerjanya bisa lebih produktif dan menghasilkan sesuatu lebih dari kantor lain.

Namun, mengutip fastcompany.com, berdasarkan studi dari International Facility Management Association menunjukkan bahwa 68% orang yang bekerja di kantor terbuka tanpa sekat justru mengalami penurunan kinerja.

Pekerja di kantor terbuka banyak yang justru menganggap bahwa kantor terbuka itu mengganggu, berisik, dan tidak ada privasi.

Selanjutnya, studi dari Harvard Business School pada 2018 menunjukkan bahwa kantor terbuka justru mengurangi interaksi tatap muka hingga 70% dan meningkatkan komunikasi lewat surat elektronik dan pesan singkat hingga 50%. Hal ini mematahkan gagasan bahwa kantor terbuka akan membuat pekerjanya lebih kolaboratif.

Sejalan, Pakar Feng Shui Jenie Kumala Dewi mengatakan bahwa memang adanya tren kantor terbuka karena lebih murah dan fleksibel dari segi estetika. Jenie menambahkan bahwa kantor terbuka sah saja asal dalam satu ruangan tidak ada divisi yang bercampur atau bertentangan.

“Biasanya di kantor terbuka itu, terutama perusahaan kecil, kan banyak yang satu meja berapa divisi jadi satu, yang ditakutkan itu kalau sebelah kita itu bidang yang konflik dengan kita. Ada elemen api campur sama air, tanah sama kayu misalnya,” ungkapnya kepada Bisnis.com, pekan lalu.

Elemen-elemen itu, kata Jenie, misalnya tanah adalah untuk divisi atau pekerjaan yang berhubungan dengan properti, asuransi, atau Human Resource Development (HRD). Unsur tanah masih cocok dengan unsur logam, yang berhubungan dengan pekerjaan di dagang elektronik, teknologi, otomotif, atau manufaktur.

Selanjutnya ada unsur air yang berkaitan dengan distribusi, travel, event organizer, atau public relation. Elemen air cocok bekerja sama dengan elemen kayu yang berkaitan dengan pekerjaan yang butujh pemikiran seperti seniman, pendidikan, atau konsultan.

Kemudian, elemen kayu bisa bekerja sama dengan elemen api di bidang pemasaran, multi-level-marketing (MLM), atau reksadana.

“Misalnya air sama api itu kurang cocok, kalau di satu meja cari yang di lima unsur itu saling mendukung,” imbuhnya.

Jenie menambahkan, dalam kantor terbuka baiknya tetap ada batasan seperti sekat antar ruangan, partisi, atau cubicle agar privasi para pekerja tetap terjaga. Selain itu, sebisa mungkin buat ruangan antara pimpinan dan bawahan yang terpisah.

“Harus tetap ada batasan antara ruang kerja, jadi nggak terbuka secara keseluruhan. Pimpinan kalau jadi satu jadi akhirnya nggak punya power. Harusnya pimpinan punya ruang sendiri yang lebih besar, diutamakan terpisah sama bawahan,” lanjutnya.


Sumber: ekonomi.bisnis.com


Baca Artikel Terkait
Info Terbaru | 5 Agustus 2019
Tagihan Membengkak, Ini 5 Cara Menghemat Listrik
KOMPAS.com - Sebagai biaya rutin yang selalu dibayarkan setiap bulan dalam memelihara tempat tinggal, urusan listrik menjadi prioritas utama pemilik hunian. Dengan tren tarif dasar listrik (TDL) yang selalu naik setiap tahunnya, banyak rumah tangga yang berupaya untuk menekan biaya listrik. Sayangnya, masih ada pemilik hunian yang kurang cermat dalam menghemat penggunaanBaca Selengkapnya
Info Terbaru | 5 Agustus 2019
7 Desain Kamar Merangsang Tumbuh Kembang Anak
KOMPAS.com - Bagi anak-anak, bermain bukan hanya sebuah cara untuk bersenang-senang. Melalui permainan, mereka akan belajar banyak hal mulai dari cara bersosialisasi, melatih kemampuan motorik halus dan kasar, maupun mengasah imajinasi. Menciptakan sebuah kamar bermain anak di rumah Anda adalah salah satu cara tepat untuk membantu anak mengembangkan semua kemampuan mereka. Tentu saja,Baca Selengkapnya
Info Terbaru | 5 Agustus 2019
Jangan Salah Langkah! Pahami 5 Kesalahan Saat Investasi Rumah
KOMPAS.com - Selain sebagai hunian yang nyaman bagi Anda dan keluarga, rumah juga menjadi salah satu bentuk investasi properti yang paling diminati, terutama oleh kalangan milenial. Dalam berinvestasi rumah, Anda perlu menerapkan strategi, mengikuti perkembangan bisnis properti, dan terus memperluas pengetahuan. Apabila tak berhati-hati mengambil langkah, alih-alih keuntungan besar yang dapat Anda peroleh,Baca Selengkapnya