(0)


Bisnis.com, JAKARTA– Pengembang PT Indra Megah Makmur yang tengah membangun kondotel Aston di Ciloto, Cianjur, Jawa Barat sejak pertengahan 2018 kini sudah memasuki tahap topping off atau tutup atap, dengan demikian, pembangunan Aston Ciloto tersebut sudah mencapai 40%.

Direktur Pemasaran PT Indra Megah Makmur Fritz Bonar Panggabean mengatakan, dana yang dianggarkan untuk membangun kondotel yang terdiri atas 205 unit kamar dan 6 villa itu sebesar Rp250 miliar.

“Kondotel ini diharapkan akan menjadi destinasi baru di kawasan puncak untuk market middle-up, serta juga bisa menjadi sarana investasi yang menarik,” kata Fritz kepada Bisnis, Jumat (4/10).

Adapun, rencananya, kamar yang disewakan akan dibanderol mulai dari Rp1,3 juta per malam, sedangkan untuk villa akan disewakan mulai dari harga Rp3 juta per malam.

Selain itu, Aston Ciloto juga memberikan kesempatan bagi yang tertarik berinvestasi jangka panjang. Dari 205 unit yang ada, 140-an di antaranya dapat dimiliki dengan harga mulai dari Rp1,8 miliar – Rp2 miliar, dan saat ini 113 di antaranya sudah terjual.

“Saat ini penjualannya sudah mencapai 40% dan keuntungan yang didapat macam-macam, imbal hasilnya sendiri bisa 10% - 15% per tahun, kemudian dapat voucher menginap, dan bisa ada kenaikan harga misal di hold dan dijual lagi lima tahun mendatang,” jelas Fritz.

Menurutnya, Puncak menjadi pilihan lokasinya lantaran sudah menjadi tujuan liburan utama orang Jakarta, selain Bandung, Anyer, dan Carita.

“Puncak itu tidak pernah kehilangan pesonanya, meski memang mungkin perlu ada sejumlah perbaikan infrastruktur. Ada 30.000 kendaraan lebih tiap weekend yang melintasi Puncak. Di sisi lain hotel bintang 4 itu jarang, kalau melihat tetangga-tentangga kami, dia okupansinya tinggi, jadi kami optimistis tahun ini bisa sold out,” sambungnya.

Fritz juga menjelaskan, Aston Ciloto diperkirakan sudah bisa mulai beroperasi sebelum atau setelah lebaran 2020 mendatang, agar bisa menyerap wisatawan yang liburan di hari raya,


Sumber : ekonomi.bisnis.com


Baca Artikel Terkait
Berita Terkini | 10 Februari 2020
Pasar Properti: Rumah Tapak Paling Potensial di Tahun Ini
Bisnis.com, JAKARTA – Produk rumah tapak dinilai masih akan menjadi segmen yang penjualannya paling potensial pada tahun ini.Director Strategic Consulting Cushman & Wakefield Indonesia Arief Rahardjo mengatakan bahwa pangsa pasar dari subsektor properti tersebut dari tahun ke tahun cenderung stabil. "Pasar perumahan tapak cukup stabil. Kita pantau di Jabodetabek ada sekjtarBaca Selengkapnya
Berita Terkini | 3 Februari 2020
Pemerintah Perlu Tambah Kuota Rumah Subsidi
Bisnis.com, JAKARTA - Selama 100 hari masa kepemimpinan Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin, pengembang properti masih mengharapkan tambahan untuk kuota subsidi.Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Daniel Djumali mengatakan asosiasi menghargai kinerja yang sudah dilakukan pemerintah pada 100 hari terakhir. Terlebih, langkah cepat menambahBaca Selengkapnya
Berita Terkini | 3 Februari 2020
Proyek Properti di Depok Bakal Didominasi Hunian Vertikal
Bisnis,com, JAKARTA—Properti di Depok diproyeksi masih akan tetap menggeliat meski dihadapkan pada persoalan banjir dan ketersediaan lahan yang semakin terbatas.Head of Marketing Rumah.com Ike Hamdan mengatakan saat ini di Depok semakin marak pembangunan hunian vertikal. Banyaknya proyek-proyek pembangunan hunian vertikal khususnya bisa terlihat di kawasan Margonda yang areanya sudah cukupBaca Selengkapnya