(0)


Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah pengembang properti semakin aktif untuk membangun hunian di kawasan Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi didorong faktor tingginya permintaan pasar properti pada kawasan tersebut dan masih besarnya potensi area yang dapat digarap.

Berdasarkan hasil riset yang dirilis Savills Indonesia, diperkirakan hingga 2022 ada tambahan pasokan sebanyak 129.000 unit apartemen baru. Jumlah tersebut melampaui proyeksi pasokan apartemen yang ada di Jakarta yaitu sebanyak 50.000 unit baru apartemen sampai dengan 2023.

Head of Research and Consultancy Savills Indonesia Anton Sitorus mengatakan bahwa pasokan apartemen di Bodetabek yang jauh lebih besar jika dibandingkan pasokan di Jakarta menunjukkan bahwa para pengembang lebih aktif untuk melakukan pengembangan properti di Bodetabek.

“Beberapa pengembang melihat potensi pada kawasan-kawasan Bodetabek memang masih sangat besar sehingga mereka cenderung lebih aktif untuk melakukan pembangunan di luar Jakarta,” ujarnya kepada Bisnis, Minggu (27/10/2019).

Anton mengungkapkan bahwa pasokan apartemen yang melimpah hingga beberapa tahun ke depan di Bodetabek didorong oleh keyakinan para pengembang terkait dengan permintaan hunian di kawasan tersebut yang bakal terus menunjukkan tren peningkatan.

Menurutnya, harga properti di Jakarta yang semakin mahal membuat konsumen lebih memilih untuk memiliki hunian di luar Jakarta.

Selain itu, pembangunan infrastruktur, dan transportasi yang semakin memadai juga semakin mempermudah masyarakat yang tinggal di kawasan Bodetabek untuk menuju Jakarta.

Sementara itu, Direktur Pengembangan dan Pemasaran PT Adhi Commuter Properti Indra Syahruzza mengatakan hingga saat ini pihaknya telah memiliki beberapa proyek pengembangan properti yang berlokasi di luar Jakarta seperti di Bekasi, Bogor, dan Tangerang.

“Saat ini kami sudah memiliki beberapa proyek properti di luar Jakarta dan ke depannya kami masih akan terus menggali peluang untuk proyek-proyek baru lainnya baik yang berlokasi di Jakarta, maupun di luar Jakarta,” ujarnya kepada Bisnis, Minggu (27/10/2019).

Mengenai potensi pasar properti di kawasan Bodetabek, Indra menuturkan bahwa potensinya memang masih cukup menarik.

Dia mencontohkan salah satu proyek apartemen yang berlokasi di Tangerang yaitu Cisauk Point mendapatkan respons yang sangat positif dari pasar.

“Proyek tersebut pertama kali groundbreaking pada Juli 2019 untuk menara pertama dan realisasi pemasarannya sudah di atas 90 persen. Saat ini kami juga sudah buka pemasaran untuk menara kedua,” ungkapnya.


Sumber : ekonomi.bisnis.com


Baca Artikel Terkait
Berita Terkini | 29 Juni 2020
Hunian Inden Tak Lagi Diminati, Ini Alasannya
Bisnis.com, JAKARTA - Kenormalan baru atau new normal ternyata ikut mengubah prefensi masyarakat terhadap produk properti, khususnya hunian berupa rumah tapak atau apartemen.Alih-alih membeli unit yang masih dalam proses pembangunan atau sama sekali belum dibangun, kini masyarakat memilih untuk membeli hunian yang siap huni.Associate Director  Coldwell Banker Commercial Dani IndraBaca Selengkapnya
Berita Terkini | 29 Juni 2020
Hari Gini, Aduan ke Sektor Properti Kok Masih Tinggi
Bisnis.com, JAKARTA – Rasa senang bakal segera bisa punya rumah sendiri ternyata harus pupus ketika pembeli rumah berhadapan dengan pengembang atau agen properti nakal, yang menebar jani-janji manis dan kemudian diingkari saat proses telah berjalan.Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mencatat sepanjang 2019 aduan terkait dengan pembelian properti menjadi yang terbanyakBaca Selengkapnya
Berita Terkini | 29 Juni 2020
Penyaluran FLPP Capai Rp7,11 Triliun
Bisnis.com, JAKARTA – Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) melaporkan, per Jumat 26 Juni 2020, dana yang telah disalurkan untuk Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) senilai Rp7,11 triliun.PPDPP mencatat, total realisasi Rp7,11 triliun tersebut telah membiayai 70.335 unit rumah, atau telah mencapai 68,62 persen dari anggaran. Sehingga total penyaluran FLPPBaca Selengkapnya