(0)

Bisnis.com, JAKARTA– Permintaan properti residensial diprediksi masih akan tetap tinggi tahun ini, khususnya konsumen yang sudah memiliki rumah dan ingin beralih ke tempat yang dianggapnya lebih nyaman.
Head of Marketing Rumah.com Ike Hamdan mengatakan bahwa saat ini banyak calon pembeli hunian yang ingin meningkatkan kepemilikan huniannya, salah satunya dengan menjual rumah yang sudah dimiliki saat ini dan beralih ke hunian kedua, atau hunian yang ukurannya lebih besar, strategis, atau lebih mahal.


“Bagi penjual, ini menunjukkan bahwa permintaan properti residensial tetap tinggi, dengan permintaan tertinggi datang dari pembeli hunian pertama. Penjual disarankan agar lebih fokus pada properti di sunrise area dengan capital gain jangka panjang dan diminati pembeli,” paparnya dalam laporan, Rabu (9/1/2019).

Selain itu, para pencari hunian disebut Ike ingin menggunakan hunian barunya sebagai tempat usaha atau investasi.

“Harga rumah dan apartemen akan naik hingga lebih dari 10% dalam lima tahun ke depan, sehingga banyak orang yang mau beli rumah untuk dijadikan aset investasi,” lanjut Ike.

Mayoritas permintaan hunian tahun ini, tambah Ike, akan hadir dari kalangan menengah dan menengah ke bawah. Namun, permintaan dari kalangan menengah ke atas juga disebut masih menunjukkan peningkatan.

“Fleksibilitas dalam pembiayaan akan menjadi daya tarik properti di mata pencari residensial, ada yang memilih pinjaman pembiayaan rumah berjangka waktu 10-15 tahun, hingga yang memilih jangka waktu di atas 15 tahun,” imbuh Ike.

Adapun, pemerintah diminta agar bisa mendorong lebih banyak masyarakat untuk membeli hunian. Saat ini, Ike menyebut masih banyak pencari hunian yang merasa bahwa pengajuan kredit pemilikan rumah (KPR) masih cukup sulit dan uang muka yang harus dibayarkan masih terlalu tinggi.

Merespons masalah tersebut, pemerintah kini sudah mengeluarkan kebijakan loan-to-value (LTV) yang baru yang memungkinkan pembeli rumah pertama bisa mendapatkan keringanan uang muka hingga 0%.

Dalam catatan Bisnis, Bank Indonesia sudah membebaskan maksimum nilai kredit atau LTV rumah pertama kepada bank. Dengan aturan tersebut, perbankan bisa memberikan syarat uang muka KPR hingga serendah 0%. Adapun, aturan itu sudah berlaku sejak awal Agustus 2018.

Sumber : ekonomi.bisinis.com 

Baca Artikel Terkait
Berita Terkini | 20 Mei 2019
Palembang Gratiskan PBB Bagi Warga Menganggur
Bisnis.com, PALEMBANG--Pemerintah Kota Palembang, Sumatra Selatan, menggratiskan Pajak Bumi Bangunan (PBB) bagi warga kota setempat yang kondisinya menganggur atau belum bekerja.Asisten I Pemkot Palembang, Sulaiman Amin mengatakan untuk mendapatkan pembebasan pembayaran PBB, warga bersangkutan diminta untuk mengajukan permohonan dan mengisi formulir keberatan membayar tagihan pajak tersebut.“Bagi warga kota yang keberatanBaca Selengkapnya
Berita Terkini | 20 Mei 2019
Penjualan Metland Didominasi Properti Residensial
Bisnis.com, JAKARTA — Pengembang properti PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) optimistis tetap tumbuh meski tak seperti tahun-tahun sebelumnya.Untuk tahun buku 2018, Metland memperoleh laba bersih Rp482 miliar atau naik 6,65 persen dari tahun sebelumnya. Direktur Metland Olivia Surodjo mengatakan, peningkatan itu tak setinggi tahun-tahun sebelumnya.Selanjutnya, total nilai pedapatan sepanjang 2018Baca Selengkapnya
Berita Terkini | 20 Mei 2019
Persiapan Game Changer, Lamudi.co.id Tambah 120 Tenaga Milenial. Berminat?
Bisnis.com, JAKARTA-- Platform real estat online Lamudi.co.id, sebagai laman untuk mencari properti secara resmi, membuka kantor baru mereka,di GoWork Pacific Place, Jalan Jenderal Sudirman No. 52-53, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Kamis (16/5).Mart Polman, Managing Director Lamudi.co.id mengatakan industri properti di Indonesia mengalami pasang surut dalam beberapa tahun terakhir, sehingga pelakuBaca Selengkapnya