(0)


Bisnis.com, JAKARTA— Pengembang masih menanti kepastian dari pemerintah terkait dengan pelibatan swasta yang berminat dalam proyek pembangunan ibu kota negara yang baru. Salah satu kepastian yang dinantikan pengembang ialah kepastian masa konsesi gedung dan hunian yang akan dikembangkan.

Wakil Ketua Umum Koordinator bidang Tata Ruang dan Pengembangan Kawasan DPP Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Hari Ganie mengatakan bahwa kepastian mengenai masa konsesi dianggap penting karena hal itu akan sangat memengaruhi keputusan para pengembang untuk terlibat dalam proyek ibu kota negara yang baru.

“Agar menarik, kami memberi masukan, misalnya, masa konsesinya bisa diperpanjang menjadi langsung sekitar 90 tahun. Kalau bisa diberikan langsung, kami rasa pihak swasta akan lebih senang,” ujar Hari pada akhir pekan lalu.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Khalawi Abdul Hamid mengatakan bahwa pemerintah akan mengajak pengembang untuk bekerja sama dalam proyek pembangunan perumahan di ibu kota negara.

Menurutnya, kerja sama dengan pengembang dilakukan karena pemerintah memiliki kapasitas yang terbatas, khususnya dari segi anggaran untuk membangun perumahan bagi aparatur sipil negara (ASN) dan TNI/Polri.

Dia menjelaskan melalui skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha, pihak swasta akan diberi hak konsesi untuk jangka waktu tertentu. Apabila masa konsesinya telah berakhir, pengelolaannya akan dikembalikan kepada pemerintah.

Hari mengungkapkan bahwa REI siap untuk dilibatkan dalam proyek ibu kota baru, asalkan sudah ada kejelasan dari pemerintah terkait payung hukum, rencana induk, pembiayaan, skema kerja sama, dan yang terpenting ialah insentif yang akan diberikan pemerintah kepada pihak swasta.

Selain itu, untuk pengembang yang berminat untuk masuk lebih awal dalam pengembangan IKN juga diharapkan bisa diberi lebih banyak insentif, salah satunya adalah kemudahan untuk mendapatkan lahan yang dapat dikembangkan.


Sumber : ekonomi.bisnis.com


Baca Artikel Terkait
Berita Terkini | 24 Agustus 2020
Dana FLPP 2020 Sudah Disalurkan Rp8,54 Triliun untuk 84.080 Rumah
Bisnis.com, JAKARTA – Dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun ini hingga Rabu (19/8/2020) telah disalurkan sebesar Rp8,54 triliun untuk 84.080 unit rumah.Direktur Utama Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Arief Sabaruddin mengatakan total penyaluran dana FLPP dari 2010 hingga 2020 mencapai Rp52,91 triliun untuk hunian sebanyak 739.682 unit.Dana FLPPBaca Selengkapnya
Berita Terkini | 24 Agustus 2020
16.180 Calon Debitur Lakukan Akad Pembelian Rumah di Pameran Virtual
Bisnis.com, JAKARTA – Sedikitnya 16.180 calon debitur Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Subsidi Selisih Bunga (SSB) akan melaksanakan akad massal dalam pameran virtual perumahan subsidi.Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengemukakan bahwa pemanfaatan teknologi harus memberikan nilai tambah bagi pelaksanaan pembangunan infrastruktur, bukan sekedar ikut-ikutan atau mengikuti tren sesaat.“Untuk terus menujuBaca Selengkapnya
Berita Terkini | 24 Agustus 2020
BTN Targetkan 2 Juta Visitor pada IPEX VIRTUAL Perdana di Indonesia
Jakarta, 22 Agustus 2020. Pandemi Covid-19 tidak menjadi hambatan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. untuk menggelar hajatan rutinnya, yaitu Indonesia Property Expo atau IPEX. Yang membuat berbeda pada IPEX kali ini adalah pameran ini dikemas dalam platform digital berkonsep virtual 4D. Artinya, IPEX tidak dilakukan di ruang pamer, namunBaca Selengkapnya