(0)


JAKARTA, KOMPAS.com - Hingga pertengahan Oktober 2019, pelaksanaan program sejuta rumah telah menembus 1 juta unit.

Meski demikian, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tetap meminta para stakeholders perumahan mengejar target yang ditentukan.

Alhamdulillah per tanggal 14 Okrober 2019 capaian sejuta rumah sudah melewati angka satu juta yakni 1.002.317 unit,” kata Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Khalawi Abdul Hamid dalam keterangan tertulis, Jumat (18/10/2019).

Hingga akhir 2019, Kementerian PUPR menargetkan pembagunan rumah sebanyak 1,25 juta unit. Khalawi pun optimistis, target itu dapat tercapai.

Optimisme berdasarkan cadangan pembangunan rumah swadaya melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Perumahan yang ada di berbagai provinsi di Indonesia.

“Kami tetap optimistis angka 1,25 juta unit rumah bisa tercapai tahun. Adanya tambahan kuota KPR FLPP juga akan berpengaruh pada capaian Program Satu Juta Rumah ini,” ujarnya.

Untuk diketahui, dari 1.002.317 unit hunian terbangun, 706.440 unit di antaranya diperuntukkan bagu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan 295.877 unit sisanya untuk non MBR.

Adapun yang dibangun Kementerian PUPR sebanyak 189.614 unit, kementerian/lembaga lain 10.582 unit, pemda 27.358 unit, pengembang 472.203 unit, corporate social responsibility (CSR) 101 unit dan masyarakat 6.582 unit.


Sumber : properti.kompas.com


Baca Artikel Terkait
Berita Terkini | 3 Agustus 2020
Begini Sederet Skema Pembiayaan untuk Pangkas Backlog Perumahan
Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah menggelontorkan berbagai skema kredit pemilikan rumah bersubsidi untuk memudahkan masyarakat utamanya yang berpenghasilan rendah memiliki hunian.Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR Eko D. Heripoerwanto mengatakan bahwa skema yang sudah digelontorkan antara lain subsidi selisih bunga (SSB), fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), dan bantuan pembiayaan perumahan berbasisBaca Selengkapnya
Berita Terkini | 3 Agustus 2020
BTN Sebut Permintaan Rumah Masih Tinggi
Bisnis.com, JAKARTA - Di tengah pandemi Covid-19, permintaan kebutuhan perumahan tetap ada karena fungsi rumah saat ini bukan hanya sebagai tempat tinggal belaka.Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (BTN) Pahala N. Mansury mengatakan pengaruh pandemi Covid-19 ini berdampak pada menurunnya tingkat pertumbuhan ekonomi nasional."Jumlah dari masyarakat yang terinfeksi terus meningkat,Baca Selengkapnya
Berita Terkini | 3 Agustus 2020
Sektor Perumahan Diyakini Dongkrak Pemulihan Ekonomi Nasional
Bisnis.com, JAKARTAKolaborasi berbagai entitas keuangan dan perumahan diyakini dapat mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional (PEN). Hal ini seiring dengan potensi dan daya ungkit dari dua sektor tersebut sangat besar terhadap perekonomian nasional.Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan program PEN merupakan bagian dari kebijakan luar biasa yang ditempuh pemerintah untuk memitigasi dampakBaca Selengkapnya