(0)


Program Bedah Rumah Tetap Berlanjut pada 2020
Berita Terkini | 28 Oktober 2019

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menjamin pelaksanaan program bantuan stimulan perumahan swadaya atau bedah rumah untuk masyarakat akan tetap dilanjutkan pada tahun depan.

Untuk itu, Kementerian PUPR berharap agar pemerintah daerah melakukan pendataan rumah tidak layak huni (RTLH) di wilayahnya dan dukungan masyarakat untuk bersama-sama membangun rumah secara swadaya.

“Program BSPS atau bedah rumah untuk masyarakat akan tetap dilanjutkan karena memang memberi banyak manfaat bagi masyarakat. Melalui program tersebut, pemerintah berupaya untuk mengurangi jumlah RTLH yang ada di daerah,” ujar Direktur Rumah Swadaya Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Johny Fajar Sofyan Subrata melalui siaran pers, Jumat (25/10/2019).

Johny menjelaskan bahwa pemenuhan hunian di Indonesia berdasarkan fakta yang ada terbagi menjadi empat jenis yakni membangun sendiri rumah atau swadaya, membeli rumah bukan dari pengembang, membeli rumah dari pengembang, dan lainnya seperti rumah warisan orang tua maupun hibah.

Pada 2020, kata Johny, Kementerian PUPR akan mengalokasikan dana Rp4,35 triliun untuk melakukan Program BSPS atau bedah rumah 181.365 unit di seluruh Indonesia. Pelaksanaan program BSPS terdiri dari dua jenis yakni peningkatan kualitas rumah dan pembangunan rumah baru.

Lebih lanjut, Johny menerangkan, berdasarkan data yang dimiliki oleh Direktorat Rumah Swadaya jumlah bantuan bedah rumah yang dilaksanakan terus mengalami peningkatan selama kurun waktu 4 tahun terakhir.

Pada 2015 jumlah rumah yang berhasil dibedah atau ditingkatkan kualitasnya sebanyak 82.245 unit, sedangkan 2016 meningkat menjadi 97.888 unit. Pada 2017 jumlahnya 112.732 unit dan pada 2018  melonjak ke angka 201.304 unit.

“Tahun ini [2019] kami menglokasikan Program BSPS atau bedah rumah untuk 242.300. Program tersebut dilaksanakan melalui dua kegiatan yakni peningkatan kualitas rumah swadaya sebanyak 236.817 unit dan pembangunan baru rumah swadaya sebanyak 5.483 unit,” kata Johny.

Hingga Oktober ini, capaian Program BSPS sudah disalurkan sebanyak 81 persen dan progres pembangunan fisik sebesar 69,6 persen.


Sumber : ekonomi.bisnis.com


Baca Artikel Terkait
Berita Terkini | 25 November 2019
Grand Sentraland, Apartemen Murah Siap Huni di Koridor Timur Jakarta
JAKARTA, KOMPAS.com – Koridor timur Jakarta, tampaknya makin diminati investor dan pengembang properti. Mereka meyakini, pembangunan infrastruktur yang demikian masif seperti Kereta Cepat Jakarta-Bandung, dan Tol Layang Jakarta-Cikampek membuat kawasan ini menjadi sunrise untuk bisnis properti. Salah satu pengembang yang terpincut menggarap koridor timur Jakarta adalah Perum Perumnas.  Badan Usaha Milik Negara (Baca Selengkapnya
Berita Terkini | 25 November 2019
Rumah Tapak Masih Pilihan Utama Pembelian Tempat Tinggal
Bisnis.com, JAKARTA — “Sumpah deh, gue mendingan ngontrak dari pada beli,” ungkap Bimo (26), pemilik warung kopi di Jakarta.Menurutnya, sebagai milenial sekaligus pemilik usaha berkategori informal, untuk membeli rumah saat ini dengan penghasilan yang pas-pasan, masih terbilang sulit.Apalagi, dengan penghasilan yang masih di batas upah minimum regional di Jakarta, BimoBaca Selengkapnya
Berita Terkini | 25 November 2019
BTN RAUP POTENSI KREDIT BARU RP 4,54 TRILIUN DALAM GELARAN IPEX
BTN berhasil melampaui target penyelenggaraan IPEX  yang diproyeksikan sebelumnya dengan raihan pembiayaan kredit baru senilai Rp 4,54 TriliunJakarta, 24 November 2019. Tren penurunan suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan tuntasnya sejumlah proyek infrastruktur sarana transportasi mendorong animo masyarakat untuk melirik hunian idaman di ajang Indonesia Properti Expo 2019 yangBaca Selengkapnya