(0)

Wika Gedung Siapkan 2.000 Rumah Instan
Berita Terkini | 7 Januari 2019
JAKARTA – Tahun ini, PT Wijaya Karya Gedung menargetkan membangun 2.000 unit bangunan berteknologi modular untuk bangunan hunian seperti villa dan untuk bangunan semi permanen seperti restoran.

Direktur Human Capital, Investasi, dan Pengembangan Wijaya Karya Gedung (WEGE) Nur Al Fata menuturkan bahwa sepanjang tahun 2019, sebagai salah satu produsen bangunan modular, pihaknya akan membangun minimal 2.000 unit modul dengan pengerjaan yang masih sesuai pesanan.

“Tahun ini kita fokusnya ada dua jenis, untuk bangunan yang multifungsi, bisa digunakan menjadi macam-macam seperti villa atau proyek kantor dan untuk orang yang mau buka restoran, seperti food truck. Seluruh pengerjaannya masih disesuaikan dengan proyeknya” ungkapnya kepada Bisnis, pekan lalu.

Menurut Nur, peminat pembuatan bangunan modular ke Wika Gedung sudah cukup banyak terutama untuk perhotelan dan hunian. Adapun, hingga kini, perseroan telah mengembangkan empat tipe produk modular, yaitu villa, rumah sederhana tapak (RST), toilet pods, dan bangunan bersusun.

Sedangkan pengembangan produk selanjutnya yang sedang berjalan adalah produk modular villa di Pulau Merah, Banyuwangi dan di kawasan Gunung Rinjani untuk mendukung pengembangan pariwisata.

“Tidak kalah juga permintaan dari Dinas Pendidikan untuk pembangunan sekolah. Di DKI ini kan sudah harus banyak sekolah yang dibangun dalam waktu singkat dan kualitasnya harus bagus, sehingga dengan modular ini mereka sangat tertarik,” imbuh Nur.

Kemudian, peminat juga hadir dari kaum milenial yang mencari hunian. Saat ini, Wika Gedung sudah mengembangkan produk modular untuk rumah tapak dua lantai. Namun, untuk produksi ritel, Nur mengaku belum menyanggupi.

“Sudah banyak yang tanya kapan untuk hunian itu bisa dijual. Nah, itu kami memang belum meluncurkan karena dari penanganan pemasarannya agak berbeda. Jadi sekarang kami fokus bekerja per proyek saja. Minat dari milenial juga tinggi,” kata Nur.

Sumber: ekonomi.bisnis.com

Baca Artikel Terkait
Berita Terkini | 17 Juni 2019
Ini Alasan Logis Pemerintah Pindahkan Ibu Kota Negara
Bisnis.com, JAKARTA -- Rencana pembangunan Ibu Kota negara yang direncanakan oleh pemerintah akan segera dimulai pada beberapa tahun mendatang.Menteri perencanaan pembangunan Nasional atau kepala Bappenas Bambang P.S. Brodjonegoro mengatakan dalam pemaparannya bahwa pemerintah memiliki berbagai alasan logis atas tujuan pemindahan Ibu Kota.Salah satunya yakni agar kegiatan perekonomian Indonesia dapat menyebar lebihBaca Selengkapnya
Berita Terkini | 17 Juni 2019
Dirasa Minim, Kuota FLPP Tidak Akan Ditambah
Bisnis.com, JAKARTA –   Anggaran pembangunan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) nyaris ludes. Namun, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) diperkirakan tidak akan menambah kuotanya hingga akhir tahun.Berdasarkan catatan Bisnis, tahun ini anggaran untuk Subsidi Selisih Bunga (SSB) hanya 100.000 unit dan FLPPBaca Selengkapnya
Berita Terkini | 17 Juni 2019
Pencarian Rumah Usai Lebaran Meningkat
Bisnis.com, JAKARTA - Pergerakan pasar properti usai Lebaran diperkirakan melaju positif, hal tersebut dapat terlihat dari minat mencari informasi tentang rumah dijual di portal properti Lamudi.co.id.   Berdasarkan data Lamudi.co.idmenyebutkan, tren pencarian rumah meningkat 120% usai Lebaran, rata-rata mereka tertarik untuk mencari informasi tentang rumah di kawasan Bodetabek dengan harga diBaca Selengkapnya