(0)


Tips Menjaga Keamanan Akun



1. Ketik URL Internet Banking dengan Benar

Ketika berselancar di dunia maya, sebagian besar orang menggunakan mesin pencari seperti Google, Yahoo, Bing, dan lain-lain untuk mengakses apa yang dicarinya, termasuk bertransaksi internet banking.

Mesin pencari akan menampilkan hasil berdasarkan kata kunci pencarian Anda. Oleh karena itu, mungkin saja Anda melakukan klik tautan situs yang salah. Biasanya situs semacam itu hampir mirip dengan laman lembaga keuangan yang dapat mencuri informasi keuangan Anda.

Lalu jangan mengklik link email untuk membuka situs internet banking karena biasanya itu adalah modus pencurian data Anda. Oleh karena itu, lebih aman untuk masuk dengan mengetikkan URL (Uniform Resource Locator) situs/laman bank Anda di bilah alamat browser Anda secara benar.

Saat ini, bank telah menggunakan Hypertext Transfer Protocol Secure (https) untuk mentransmisikan informasi antara komputer klien dan server mereka. Teknologi ini menggunakan koneksi ter-enkripsi yang memungkinkan transfer data aman.

Oleh karena itu, lihat ‘https’ di alamat URL. Jika Anda tidak dapat melihat ‘https’ di URL halaman log in (masuk), maka hindari melakukan log in dan mintalah perwakilan bank Anda apakah sebaiknya menggunakan situs tersebut atau tidak? Jangan lupa untuk memverifikasi alamat URL.

Sebagai catataan saja, situs resmi bank Anda mungkin dimulai dengan ‘http’, tapi saat Anda dialihkan ke halaman log in internet banking, maka itu diubah menjadi ‘https’.

2. Gunakan Keyboard Virtual

Anda mungkin pernah mendengar tentang ‘perangkat lunak pelacakan kata kunci’. Perangkat lunak tersebut memungkinkan pengguna untuk melacak semua penekanan tombol pada komputer. Perangkat lunak itu merekam semua penekanan tombol termasuk tombol fungsi khusus. Beberapa orang mungkin menyalahgunakan jenis perangkat lunak ini. Jika Anda telah menginstal perangkat lunak bajakan ke komputer Anda, maka ada banyak kemungkinan bahwa beberapa program menggunakan jenis-jenis spy wareberbahaya atau program Trojan untuk mencari kata kunci dan rincian log in Anda.

Hal ini juga direkomendasikan oleh bank yang menggunakan software berbasis keyboard (virtual keyboard) untuk log in.

Selalu gunakan keyboard virtual yang ditampilkan di layar untuk memasukkan User ID dan Pasword; terutama saat Anda masuk dari kafe internet atau komputer bersama yang biasanya menawarkan layanan wifi gratif.

Semua situs internet banking dilengkapi dengan fasilitas keyboard virtual. Jadi selalu gunakan software berbasis keyboard untuk masuk ke rincian log in Anda.

3. Ganti Password Secara Berkala

Biasakan mengganti kata sandi (password) internet banking Anda setiap 45-60 hari sekali. Buat kata sandi yang kuat dengan menggunakan kombinasi alfabetis (menurut abjad), numerik (angka) khusus.

Kata sandi Anda harus unik. Dan jangan gunakan password yang sama untuk situs web (website) lain dan sulit ditebak orang. Hindari menggunaan nama, tanggal lahir, nomor telepon, nomor registrasi kendaraan dan sebagainya untuk membuat password.

4. Gunakan Komputer Pribadi saat Akses Internet Banking

Untuk melindungi informasi pribadi atau keuangan Anda, gunakan komputer pribadi atau ponsel pintar (smartphone) untuk mengakses akun Anda.

Jangan mengakses akun Anda dari tempat umum seperti kafe internet atau komputer bersama. Sebab kemungkinan penipuan online lebih banyak terjadi di tempat-tempat seperti itu. Juga, jangan pernah menggunakan koneksi bersama (Wi-Fi) untuk log in.

Jika Anda perlu masuk dari warnet (warung internet/kafe internet) atau komputer bersama, gunakan saja ‘mode penyamaran’ browser; di mana browser tidak menyimpan penjelajahan dan data lainnya. Selalu gunakan keyboard virtual karena ini akan mengurangi risiko pencurian password.

5. Pantau Akun Secara Rutin


Rutinlah memantau akun Anda secara teratur, pantau akun Anda untuk antisipasi jika ada perubahan yang mencurigakan. Setiap setelah melakukan transaksi, selalu cek kondisi log in. Jika Anda menemukan transaksi yang tidak sah, segeralah menginformasikan kepada pihak bank.

Lihat tanggal dan waktu terakhir log in setiap kali Anda mengaksesnya. Jika Anda melihat aktivitas mencurigakan, lakukan tindakan cepat untuk melindungi akun Anda.

Sebaiknya Anda menyiapkan notifikas akun melalui SMS (pesan singkat pada ponsel) agar bank mengirimkan pesan konfirmasi setiap Anda selesai melakukan transaksi. Selain itu buat kebiasaan untuk melacak aktivitas akun seperti rincian log in terakhir, rincian transaksi terakhir, dan lainnya.