Temukan Properti Impian Anda Sekarang!

Rp.
Rp.

Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Hitung
Rp.

Blog

Supaya Mudah Bangun Rumah, Pengembang Wajib Terdaftar di Kemenkumham

JAKARTA, KompasProperti - Penyediaan rumah subsidi masih banyak dikeluhkan masyarakat karena kualitasnya kurang baik bahkan tidak laik huni.Dalam temuan Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) beberapa waktu silam, hampir 40 persen rumah tidak laik didiami.Selain karena kurangnya akses, air bersih, dan listrik, rumah tidak laik dari segi konstruksi sehingga pengembanglah yang dianggap paling bertanggung jawab.Oleh sebab itu, pemerintah memutuskan untuk mendata pengembang rumah subsidi berdasarkan keanggotaan dalam asosiasi. Baik itu asosiasi Real Estat Indonesia (REI), maupun Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi)."Kami sudah bersurat ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) untuk minta daftar asosiasi pengembang yang sudah disahkan," ujar Direktur Layanan PPDPP Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Saraswati kepada KompasProperti, Sabtu (18/11/2017).Dia mengaku tidak ingin sembarangan mendaftarkan asosiasi meski anggotanya cukup banyak. Pasalnya, saat ini Apersi saja terpecah menjadi dua.Meski salah satunya kemudian membentuk asosiasi baru bernama Pengembang Indonesia (PI), Saraswati akan melihat kembali

Bandar Lampung Catat Kenaikan Harga Rumah Tertinggi di Indonesia

JAKARTA, KompasProperti - Bank Indonesia (BI) merilis Indeks Harga Properti Residensial pada kuartal III-2017 yang menunjukkan harga rumah masih mengalami pertumbuhan sebesar 0,5 persen.Berdasarkan wilayah, Bandar Lampung mengalami kenaikan harga rumah tertinggi se-Indonesia yaitu 3,13 persen. Kenaikan ini cukup signifikan, yakni hampir 3 persen, dibandingkan dengan kuartal sebelumnya."Pada kuartal II-2017, pertumbuhan harga rumah di Bandar Lampung tercatat negatif 0,35 persen," tulis hasil indeks tersebut.Adapun dibandingkan dengan kuartal yang sama pada tahun sebelumnya, pertumbuhan harga rumah di Bandar Lampung sebesar 0,09 persen.Berdasarkan tipe, rumah di Bandar Lampung yang mengalami kenaikan harga tertinggi adalah menengah, yaitu 6,94 persen.Sedangkan untuk tipe kecil dan besar masing-masing pertumbuhan harganya 0,0 persen dan 2,45 persen.Sementara itu, untuk pertumbuhan harga terendah pada kuartal III-2017, terjadi di Denpasar dengan angka negatif 0,59 persen.Pertumbuhan negatif ini merata pada seluruh tipe rumah di Denpasar. Namun, rumah yang harganya paling turun adalah tipe kecil dengan negatif 1,06 persen.Pada tipe menengah dan

EKONOMI INDONESIA TUMBUH 5,06% YOY DI 3Q 2017

Produk Domestik BrutoEKONOMI INDONESIA TUMBUH 5,06% YOY DI 3Q 2017Investasi dan Ekspor meningkat tapi Konsumsi tertahanPada kuartal 3 tahun 2017, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,06% yoy yang berarti sedikit lebih baik daripada kuartal 2 tahun 2017 dan kuartal 3 tahun 2016 yang masing-masing sebesar 5,01% yoy (Tabel 1). Namun jika dihitung kumulatif selama Sembilan bulan, maka pertumbuhan ekonomi sampai dengan bulan September 2017 (9M 2017) tumbuh 5,03% yoy, sedikit di bawah 9M 2016 sebesar 5,04% yoy tetapi lebih baik dari 9M 2015 yang tumbuh sebesar 4,78% yoy.Dilihat dari sisi permintaan, yang ditunjukkan dengan PDB berdasarkan Pengeluaran pada Tabel 1, Konsumsi Rumah Tangga tumbuh stabil sebesar 4,9% yoy sejak kuartal 1 tahun 2017. Sedangkan Konsumsi

INFLASI: HARGA MAKANAN DAN TRANSPORTASI MENAHAN KENAIKAN INFLASI

HARGA MAKANAN DAN TRANSPORTASI MENAHAN KENAIKAN INFLASIKenaikan inflasi di bulan Oktober 2017 tertahan oleh deflasi (inflasi negatif) di sektor Bahan Makanan (-0,45% mom) dan sektor Transportasi (-0,13% mom) meskipun 5 sektor yang lain mengalami inflasi seperti terlihat pada grafik 1 di bawah. Akibatnya Inflasi Umum tertahan di 0,01% mom, yang lebih rendah daripada inflasi bulan yang sama tahun 2016 yang mencapai 0,14% mom.Grafik 1. Inflasi Bulanan Oktober 2016 dan 2017 Berdasarkan Kelompok (% mom)Sumber: BPSKedua sektor ini mempunyai sumbangan yang besar terhadap Inflasi Umum dimana kombinasi keduanya mencapai 0,12%, yang dapat mengimbangi 0,13% sumbangan dari 5 sektor yang lain (grafik 2).Meskipun pada bulan Oktober 2017 terjadi kenaikan harga beras dan cabai merah, namun deflasi

SUKU BUNGA ACUAN BANK INDONESIA: BI mempertahankan level suku bunga acuan

PENURUNAN SUKU BUNGA ACUAN TERHENTIBI mempertahankan level suku bunga acuanSesuai dengan perkiraan kami, dalam pertemuan bulanannya tanggal 19 Oktober 2017 Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan 7Day Reverse Repo Rate pada level 4,25%. BI juga mempertahankan suku bunga Deposit Facility (DF) pada 3,50% dan suku bunga Lending Facility (LF) pada 5,00%. Kebijakan ini diambil setelah BI menurunkan suku bunga acuannya dalam dua bulan berturut-turut di bulan Agustus dan September 2017.Ketika BI menurunkan suku bunga acuannya pada bulan Agustus dan September 2017, faktor domestik yang menjadi pertimbangan utama yaitu upaya mendorong pertumbuhan ekonomi melalui intermediasi perbankan di tengah inflasi yang masih rendah dan rupiah yang relatif stabil.Untuk kali ini faktor global yang menjadi pertimbangan utama, terutama rencana lanjutan normalisasi kebijakan moneter Bank Sentral AS (the Fed) dan reformasi fiskal pemerintahan Presiden Donald Trump.Grafik 1. Pergerakan suku bunga acuan Bank Sentral dan Inflasi IndonesiaSumber: Bank Indonesia dan BPSPerubahan faktor