Temukan Properti Impian Anda Sekarang!

Rp.
Rp.

Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Hitung
Rp.

Blog

Cermat Mendesain Ruang Tamu

Housing-Estate.com, Jakarta - Hari gini, siapa sih yang mau bertamu ke rumah? Mungkin sebagian orang berpendapat demikian. Apalagi, menyediakan ruang tamu dalam konsep rumah perkotaan dengan lahan terbatas terkadang menyulitkan. Tapi, bagaimanapun secara fungsional ruang tamu adalah tempat yang formal untuk menerima tamu.Siapa tamu Anda?Sebelum mulai menentukan desain ruang tamu yang cocok, ada baiknya Anda mempertimbangkan siapa tamu yang kerap datang ke rumah. Menurut desainer interior Fransiska Sidharta, pemilik situs www. interiorjakarta.com, tamu bisa dikategorikan ke dalam tiga jenis. Pertama, tamu yang hanya mampir seperti tukang pos, pengantar barang, atau petugas komplek yang mengumpulkan iuran bulanan. Ini cukup diterima di teras, walaupun sesekali mengobrol tetapi tidak masuk ke dalam rumah.Kombinasikan dua model tempat duduk agar lebih dinamisKedua, tamu formal yang hubungannya tidak terlalu akrab dengan tuan rumah. Tamu ini perlu masuk ke ruang tamu untuk mengobrol dan dijamu dengan minuman serta kue-kue kecil. Yang ketiga tamu akrab, seperti saudara atau

Furnitur Untuk Bekerja di Rumah

Housing-Estate.com, Jakarta - Perkembangan teknologi internet yang luar biasa membuat orang tidak perlu lagi bekerja secara formal di kantor. Hal ini membuat tren home office small office (SOHO) juga semakin berkembang. Bekerja di mana pun, rumah atau kantor, tentu memerlukan furnitur atau perabot yang tepat untuk menunjang pekerjaan kita. Brand boleh apa saja yang penting produknya nyaman bagi penggunanya dan  rumah tetap terlihat homey.Salah satu perusahaan distributor perangkat kantor dan furnitur yang menyediakan brand furnitur cukup beragam untuk digunakan bekerja dari rumah adalah Datascrip.  “Kami memiliki brand Zanotta yang punya beberapa pilihan meja kerja cukup beragam. Yang terpenting lagi modelnya bisa disesuaikan dengan konsep interior rumah sehingga ruang kerja di rumah tetap bernuansa rumah,” ujar Zaky Makarim, Division

Penataan Kota Tidak Bisa Diswadayakan

Bisnis.com, JAKARTA—Pemerintah perlu lebih berkomitmen dalam penanganan kawasan kumuh melalui intervensi langsung penataan dan pembangunan hunian vertikal di atas aset-aset negara, dibandingkan mengandalkan peran masyarakat sendiri secara swadaya.Pakar Perumahan UGM dan Wakil Ketua The Housing and Urban Development (HUD) Institute Budi Prayitno mengatakan, penanganan kawasan kumuh perkotaan tidak dapat dipercayakan pada masyarakat melalui mekanisme swadaya. Dirinya menilai, penangan kawasan kumuh seperti Kali Code di Yogyakarta atau Kampung Wisata Warna-Warni Jodipan di Malang yang selama ini banyak dibangga-banggakan bukanlah contoh terbaik penanganan kawasan kumuh.Kawasan tersebut hanya dibenahi permukaan atau tampilannya saja, tetapi secara prinsip tetap tidak memenuhi standar hunian yang layak. Oleh karena itu, model penanganan seperti itu menurutnya bukan solusi bagi penataan kota.“Kita jangan belajar dari situ, itu justru suatu pembodohan. Dari segi sanitasi, fentilasi, kesehatan, ini tidak memenuhi syarat, tetapi malah dibanggakan. Rumah-rumah dibangun berdempetan di pinggiran sungai, rawan kebakaran dan longsor. Kampung kota itu harus divertikalkan,” katanya kepada Bisnis,

SEJUTA RUMAH: Ini 12 Rekomendasi The HUD Institute

Bisnis.com, JAKARTA — The Housing and Urban Development Institute atau The HUD Institute mengajukan 12 rekomendasi langkah cepat yang perlu ditindaklanjuti pemerintah untuk semakin mensukseskan program sejuta rumah tahun ini.Ketua The HUD Institute Zulfi Syarif Koto mengatakan, hingga saat ini sudah sangat banyak langkah penting yang diambil pemeritah Joko Widodo dan Jusuf Kalla di bidang perumahan. Hal ini memberi semangat bagi seluruh kalangan sebab menunjukkan bahwa negara serius menjamin hak bermukim rakyat.Dirinya mengapresiasi capaian yang program sejuta rumah yang diklaim pemerintah tahun lalu mencapai 80%, meningkat dari realisasi tahun sebelumnya yang baru 69%. Meski begitu, terlepas dari angka capaian tersebut, tuturnya, yang terpenting adalah hal ini memberi harapan penyelesaian masalah perumahan di masa mendatang.Meski begitu, dirinya menilai masih ada sejumlah hal yang harus segera dibereskan pemerintah tahun ini agar realisasi program sejuta rumah benar-benar optimal. The HUD Institute mencatat ada 12 isu penting dan strategis dari evaluasi dua tahun program

Jangan Abaikan Merawat Talenan

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu alat masak di dapur yang paling sering digunakan adalah talenan kayu.Selain untuk memasak, fungsi talenan juga sering menjadi hiasan dekoratif, karena menambah kehangatan dan keindahan ruangan.Membeli talenan kayu adalah investasi yang layak di dapur, tetapi tetap perlu pemeliharaan."Saya pikir kesalahan yang paling umum adalah tidak memahami bahwa pemeliharaan merupakan bagian dari biaya kepemilikan," kata Cliff Spencer, pengrajin talenan kayu serta lemari dan perabotan di Birmingham, Alabama.Jika Anda dapat merawatnya, talenan dapat bertahan selama beberapa tahun.Berikut sejumlah cara yang bisa Anda lakukan untuk merawat papan talenan.Usahakan tetap keringMembersihkan talenan kayu setiap kali Anda menggunakannya dengan menggunakan terlalu banyak air adalah hal yang buruk."Jika Anda memotong roti atau sesuatu yang kering, Anda hanya perlu menyikatnya