(0)

10 Desain Rumah Impian
Info Terbaru | 27 Mei 2019

KOMPAS.com - Metode dan bahan baru yang diperkenalkan sejak awal abad ke-20 telah menawarkan kepada para arsitek dan klien cara-cara baru dalam merancang hunian.

Sebuah buku baru, Houses: Extraordinary Living, memetakan pergeseran rasa, gaya, dan pemikiran tentang kehidupan rumah dan desain hunian unik di seluruh dunia, termasuk desain hunian impian dari seluruh dunia:

Graham House, Kanada

Arsitek Kanada yang terkenal, Arthur Erickson dan Geoffrey Massey, mendesain rumah modernis pantai barat ini di lokasi yang sangat curam di Vancouver Barat.

Bangunan utama terletak di atas permukaan tebing yang curam dan kasar. Struktur ini diselesaikan pada tahun 1963.


Selain bangunan utama, arsitek juga memberikan beberapa bangunan tambahan yang didesain layaknya balok yang melayang dan berbentuk horisontal sebagai bangunan bertingkat.

Namun sayang, rumah rancangan Erickson ini teah dihancurkan pada 2007.

Desert House, AS

Desert House Desert House(Jim Jennings Architecture)Meski berada di tengah gurun, arsitek Jim Jennings dan Therese Bisell merancang rumah yang tertutup.

Meski begitu, dari dalam penghuni dapat menikmati pemandangan lingkungan sekitar seperti pohon-pohon palem, Pegunungan San Jacinto, dan langit biru cerah yang dibingkai oleh atap datar yang melayang dan serambi yang memberikan keteduhan bagi penghuninya.

Edgeland House, AS

Edgeland House Edgeland House(Paul Bardagjy)Arsitek Bercy Chen Studio mengadopsi interpretasi modern dari rumah pit asli Amerika sebagai model utama dalam merancang hunian ini.

Uniknya, antara tempat tidur dan tempat tinggal tidak terdapat penghubung agar penghuni dapat menghabiskan lebih banyak waktu di luar.

Sebelum membangun rumah, dia mengali tanah hingga kedalaman dua meter untuk memulihkan kondisi lahan yang telah rusak karena industri di Texas.

Struktur rumah sendiri selesai dibangun pada 2012.

House in Itsuura, Jepang

House in Itsuura House in Itsuura(Life Photo Works Osamu Abe)Rumah miring satu lantai di Prefektur Ibaraki Jepang ini bertengger di dua pilar yang terbentuk secara organik. Interiornya dilapisi kayu dengan kayu dari area lokal, dan fasadnya menampilkan bilah miring yang dapat mengatur suhu, membiarkan cahaya masuk, serta memberikan privasi.

Ruangan tempat tinggal berada di struktur sayap yang lebih panjang, sedangkan sayap yang lebih pendek digunakan sebagai kamar tidur.


Hunian unik ini dirancang oleh arsitek Life Style Koubou. Setelah selesai membangun struktur rumah, ia menanam 60 buah pohon untuk membantu meregenerasi daerah tersebut.

Selain itu, pepohonan yang ia tanam juga berfungsis sebagai pendingin alami ruangan dan membuat rumah terlihat terhubung dengan lingkungan sekitar.

Bakkaflöt 1, Islandia

Bakkaflöt 1 Bakkaflöt 1(Íris Ann)Tak lama setelah lulus dari École des Beaux-Arts di Paris 1960, Högna Sigurðardóttir menjadi wanita pertama yang merancang bangunan sebagai arsitek profesional di Islandia.

Salah satu karyanya yang terkenal adalah Bakkaflöt 1 yang merupakan rumah yang didoinasi material beton ekspos. Rumah itu terbuat dari beton terbuka dengan menggunakan teknik Brutalis.


Rumah itu tertanam di sebuah lereng dengan dinding rumput yang melindungi strukturnya. Di beberapa tempat terdapat celah yang dibuat khusus sebagai jalan masuk udara.

Di dalamnya terdapat sebuah ruang besar dan terbuka yang dapat digunakan sebagai ruang pertemuan.

Rumah unik ini juga pernah dipilih sebagai salah satu dari 100 bangunan paling menonjol abad ke-20 di Eropa utara dan tengah.

The House on the Cliff, Spanyol

The House on the Cliff The House on the Cliff(Jesús Granada)Selain Bakkaflöt 1, The House on the Cliff di Granada ini juga dirancang untuk berdiri di sis bukit yang curam.

Arsitek Pablo Gil dan Jaime Bartolomé merancang kediaman dua lantai yang ditutup dengan eksterior berbentuk cangkang dari beton bertulang yang terlihat menyerupai sisik naga.

Keberadaan rumah yang berada di sisi lereng dan terteanam di dalam ini membuat penghuni dapat mempertahankan suhu ruangan di angka 19,5 derajat celcius.

Dragspel House, Swedia

Dragspel House Dragspel House(Christian Richters)Dragspel dalam bahasa Swedia berarti akordeon. Penyebutan ini merujuk pada bentuk unik rumah yang mirip dengan lipatan merah pada alat musik akordeon.

Bentuk organik rumah berpadu secara alami dan dirancang untuk memiliki dampak visual minimal, dengan jendela-jendela yang tersembunyi di dalam kulit struktur.

Pada waktu-waktu tertentu kayu pada kulit rumah akan berubah menjadi abu-abu dan menyatu dengan lanskap hutan yang kasar dan berbatu.

Till House, Cile

Till House Till House(Sergio Pirrone)Struktur rumah dirancang dengan dinding transparan yang menghadirkan pemandangan sekitar.

Rumah sendiri berada di atas tebing sehingga tidak terlihat dari jalan. Tak terlihat dari jalan, terasnya yang terbuka sempurna untuk bersantai dengan pemandangan yang indah, sedangkan sisanya untuk tidur dan makan.


Setiap kamar dilengkapi dengan unit rak untuk memberikan privasi, dan seluruh atap rumah didesain terbuka sehingga dapat dijangkau dari sis lain tebing. Selain itu, ada jacuzzi kayu tradisional yang disebut cuba di mana airnya dihangatkan menggunakan api secara langsung.

Kirsch Residence, AS

Kirsch Residence Kirsch Residence(Errol Jay Kirsch Architects)Rumah ini dulunya merupakan bunker besar yang dibangun pada tahun 1982 oleh Errol J Kirsch. Meski begitu, tampilan bunker dirancang dengan desain yang tak biasa.

Kirsch mendesain bunker dengan model geometris yang umumnya terlihat di film fiksi ilmiah.

Struktur yang dibalut dengan beton ini terlihat memberikan rasa aman bagi penghuninya. Selain itu, model rumah juga mampu menghambat perubahan suhu yang sering terjadi.

Malator house, Wales

Malator house Malator house(Architecture UK/Alamy)Layaknya rumah dalam serial anak Teletubies, hunian yang menghadap langsung ke laut ini berada di dalam bukit.

Hunian ini merupakan rumah berlilbur dengan dua kamar yang berada di dalam sebuah bukit buatan di garis pantai Pembrokeshire.

Hunian yang dirancang oleh suami istri Jan Kaplický dan Amanda Levete ini memiliki atap dengan kayu lapis yang ditutupi oleh rumput.

Sedangkan ruang di dalamnya terbagi menjadi beberapa ruang seperti ruang keluarga, dapur, kamar mandi, dua buah kamar tidur, dan perapian.


Sumber : properti.kompas.com


Baca Artikel Terkait
Info Terbaru | 24 Juni 2019
Pilihan Warna Kamar Tidur yang Mencerahkan Pagi Anda
KOMPAS.com - Memilih warna untuk kamar tidur tak boleh sembarangan karena masing-masing warna mempunyai efek psikologis. Warna kamar tidur dapat memengaruhi emosi, pikiran, tubuh, dan keseimbangan. Dengan memilih warna yang tepat, Anda akan lebih bersemangat. Berikut ini inspirasi warna-warna kamar tidur elegan yang dijamin akan membuat pagi Anda menjadi cerah. Warna Hijau Menenangkan www.arsitag.comBaca Selengkapnya
Info Terbaru | 17 Juni 2019
Sebelum Membeli Rumah Bekas, Perhatikan 5 Hal Berikut
KOMPAS.com - Membeli rumah bekas dapat menjadi pilihan alternatif untuk memiliki rumah. Anda dapat memilih lokasi rumah yang lebih strategis tanpa harus mengkhawatirkan ketersediaan lahan. Namun, proses pertimbangan yang dilakukan dalam membeli rumah bekas jelas berbeda dengan membeli rumah baru. Pasalnya, bangunan rumah bekas rentan mengalami kerusakan karena telah lebih dulu dipergunakan. PertimbanganBaca Selengkapnya
Info Terbaru | 17 Juni 2019
Rumah Pertama Pengantin Baru, Beli atau Sewa?
KOMPAS,com - Banyak riset yang meramalkan milenial tak akan sanggup membeli rumah dalam beberapa tahun ke depan. Salah satunya Rumah123 yang memprediksi hanya ada 5 persen kalangan milenial yang bisa memiliki rumah pada tahun 2022. Ketidakselarasan antara kenaikan harga rumah (17 persen) dengan peningkatan pendapatan Upah Minimum Regional (UMR) 10 persen per tahunBaca Selengkapnya