(0)


Housing-Estate.com, Jakarta - Untuk meningkatkan pendapatan Bank BTN akan menggenjot bisnis equity loan dengan meningkatkan kredit agunan rumah (KAR). Ini merupakan strategi lain bank pelat merah ini selain fokus utamanya tetap sebagai integrator program pembangunan sejuta rumah dengan menyalurkan KPR untuk rumah murah.

Menurut Direktur Consumer Banking Bank BTN Handayani, KAR merupakan fasilitas kredit perumahan non KPR. Melalui KAR masyarakat bisa memperoleh dana dari BTN untuk kebutuhan konsumtif. Agunannya bisa rumah, apartemen, ruko, dan properti lainnya.

“Target kami KAR bisa naik hingga 10 persen setahun dari posisi KAR 2016 bsebesar Rp8 triliun. Untuk mencapai target ini kami terus meningkatkan promosi, pemberian apresiasi pada debitur setia, dan meluncurkan Program Gebyar Uang Tunai dengan target penambahan kredit senilai Rp600 miliar,” ujarnya saat pembukaan Program Gebyar Uang Tunai di Kantor Pusat Bank BTN, Jakarta, Senin (5/6).

Program ini digelar serentak di seluruh kantor cabang BTN. KAR diberikan kepada debitur KPR dan KPA BTN yang lancar membayar angsuran selama 2 tahun terakhir. Salah satu fitur KAR adalah melakukan penambahan kredit dari plafon yang sudah berjalan (top up). Mekanismenya bisa juga debitur mendapatkan kompensasi untuk melunasi pinjaman lama. Nantinya, selisih antara pinjaman baru dan lama tersebut bisa diambil dalam bentuk uang tunai. Untuk mekanisme top up debitur bisa mendapatkan pinjaman baru dengan nilai sebesar selisih antara plafon kredit lama dengan posisi pinjaman saat ini.

“Untuk kredit baru akan dikenakan bunga promosi 10,5-11,5 persen. Kami juga memberikan diskon biaya provisi dan administrasi sebesar 50 persen dengan jangka waktu pinjaman hingga 15 tahun. Jadi silahkan masyarakat memanfaatkan program ini untuk mendapatkan dana guna memenuhi keperluannya,” pungkasnya.

Sumber : housing-estate.com

Baca Artikel Terkait
Berita Terkini | 16 September 2019
Ini 4 Kota Paling Makmur di Tanah Air Versi REI, 3 Besar di Luar Jawa
Bisnis.com, JAKARTA — Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia merilis hasil penelitian tentang Indonesia City Prosperity Index 2019 atau Indeks Kemakmuran Kota.City Prosperity Index merupakan metode yang dikembangkan oleh UN-Habitat untuk memonitor implementasi dari Sustainable Development Goals (SDGs) dan New Urban Agenda.Ketua Umum DPP Persatuan Realestat Indonesia (REI) SoelaemanBaca Selengkapnya
Berita Terkini | 16 September 2019
Realisasi Program Sejuta Rumah 2019 Capai 894.000 Unit
Bisnis.com, JAKARTA — Target program sejuta rumah tahun ini mengalami kenaikan dari 1 juta unit pada 2018 menjadi 1,25 juta unit. Tiga bulan tersisa tahun ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat optimistis target bakal tercapai.Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Khalawi Abdul Hamid mengatakan bahwa PUPR optimistis bisa mencapai 1,25 jutaBaca Selengkapnya
Berita Terkini | 16 September 2019
Federasi Real Estat Dunia Turun Tangan Urusi BP2BT
Bisnis.com, JAKARTA – Menipisnya kuota fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan di seluruh Indonesia membuat pembeli hunian sudah tak boleh lagi bergantung pada fasilitas itu untuk membeli rumah.Pasalnya, karena ada beberapa bantuan subsidi lain seperti bantuan pembiayaan perumahan berbasis tabungan (BP2BT) yang bisa dimanfaatkan.Untuk memulai pelaksanaan skema yang mendapat bantuan pembiayaan dariBaca Selengkapnya