(0)


Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menandatangani Keputusan Menteri (Kepmen) PUPR No. 535/KPTS/M/2019 tentang Batasan Harga Jual Rumah Sejahtera Tapak yang Diperoleh Melalui Kredit/Pembiayaan Pemilikan Rumah Bersubsidi. 

Direktur Jenderal (Dirjen) Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Eko Djoeli Heripoerwanto mengatakan, pembagian wilayah dan batasan harga ini dilakukan untuk menjaga agar daya beli masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang tinggal sesuai dengan wilayahnya tetap terjangkau. 

“Ada beberapa faktor yang mendorong agar disesuaikan dengan wilayah, di antaranya harga tanah, kenaikan harga bahan bangunan, termasuk juga upah pekerja, sehingga dibagi menjadi beberapa wilayah,” tuturnya dikutip dari siaran resmi, Minggu (23/6/2019).

Dalam Kepmen yang ditandatangani pada 18 Juni 2019 tersebut memiliki empat butir keputusan. Pertama, menetapkan batasan harga jual rumah sejahtera tapak paling tinggi (maksimal) yang diperoleh melalui kredit/pembiayaan pemilikan rumah bersubsidi di 2019 dan 2020 yang dikelompokkan berdasarkan wilayah. 

Kedua, rumah sejahtera tapak sebagaimana dimaksud pada diktum (keputusan) pertama merupakan rumah umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (2) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 81/PMK.010/2019 tentang Batasan Rumah Umum, Pondok Boro, Asrama Mahasiswa dan Pelajar, Serta Perumahan Lainnya, Yang Atas Penyerahannya Dibebaskan Dari Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai.

Ketiga, pengaturan batasan harga jual rumah sejahtera tapak yang diperoleh melalui kredit/pembiayaan pemilikan rumah bersubsidi pada 2020 tetap berlaku untuk tahun-tahun selanjutnya sepanjang tidak terdapat perubahan ketentuan berdasarkan peraturan perundang-undangan. 

Keempat, dengan berlakunya Kepmen PUPR No. 535/KPTS/M/2019, Kepmen PUPR sebelumnya atau Kepmen PUPR  Nomor 1126/KPTS/M/2018 tentang Batasan Harga Jual Rumah Sejahtera Tapak Kredit/Pembiayaan Pemilikan Rumah Bersubsidi Tahun 2019 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. 

Dalam peraturan ini, batasan harga jual tertinggi dibagi menjadi lima wilayah. Bagian wilayah Jawa (kecuali Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) dan Sumatra (kecuali Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Kepulauan Mentawai)  pada tahun 2019 sebesar Rp140 juta dan di 2020 sebesar Rp150,5 juta. 

Bagian wilayah Kalimantan (kecuali Kabupaten Murung Raya dan Kabupaten Mahakam Ulu) batasan harga jual tertinggi pada 2019 sebesar Rp153 juta dan 2020 sebesar Rp164,5 juta. Di wilayah Sulawesi, Bangka Belitung, Kepulauan Mentawai, dan Kepulauan Riau (kecuali Kepulauan Anambas) memiliki batasan harga tertinggi sebesar Rp 146 juta pada 2019 dan 2020 sebesar Rp156,5 juta.

Wilayah Maluku, Maluku Utara, Bali dan Nusa Tenggara, Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi), Kepulauan Anambas, Kabupaten Murung Raya, dan Kabupaten Mahakam Ulu pada 2019 sebesar Rp158 juta dan pada 2020 sebesar Rp168 juta. Wilayah Papua dan Papua Barat pada 2019 sebesar Rp212 juta dan pada 2020 sebesar Rp219 juta.

Adapun keputusan ini menjadi salah satu tindak lanjut untuk mendukung Program Satu Juta Rumah yang telah dicanangkan Presiden Joko Widodo.


Sumber : properti.bisnis.com


Baca Artikel Terkait
Berita Terkini | 25 November 2019
Grand Sentraland, Apartemen Murah Siap Huni di Koridor Timur Jakarta
JAKARTA, KOMPAS.com – Koridor timur Jakarta, tampaknya makin diminati investor dan pengembang properti. Mereka meyakini, pembangunan infrastruktur yang demikian masif seperti Kereta Cepat Jakarta-Bandung, dan Tol Layang Jakarta-Cikampek membuat kawasan ini menjadi sunrise untuk bisnis properti. Salah satu pengembang yang terpincut menggarap koridor timur Jakarta adalah Perum Perumnas.  Badan Usaha Milik Negara (Baca Selengkapnya
Berita Terkini | 25 November 2019
Rumah Tapak Masih Pilihan Utama Pembelian Tempat Tinggal
Bisnis.com, JAKARTA — “Sumpah deh, gue mendingan ngontrak dari pada beli,” ungkap Bimo (26), pemilik warung kopi di Jakarta.Menurutnya, sebagai milenial sekaligus pemilik usaha berkategori informal, untuk membeli rumah saat ini dengan penghasilan yang pas-pasan, masih terbilang sulit.Apalagi, dengan penghasilan yang masih di batas upah minimum regional di Jakarta, BimoBaca Selengkapnya
Berita Terkini | 25 November 2019
BTN RAUP POTENSI KREDIT BARU RP 4,54 TRILIUN DALAM GELARAN IPEX
BTN berhasil melampaui target penyelenggaraan IPEX  yang diproyeksikan sebelumnya dengan raihan pembiayaan kredit baru senilai Rp 4,54 TriliunJakarta, 24 November 2019. Tren penurunan suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan tuntasnya sejumlah proyek infrastruktur sarana transportasi mendorong animo masyarakat untuk melirik hunian idaman di ajang Indonesia Properti Expo 2019 yangBaca Selengkapnya