Daily Update Edisi 24 Agustus 2017

25 August 2017 11:00:00
Ekonomi-Bisnis Terkini
  • Bank Indonesia (BI) tengah menyiapkan aturan rasio pembiayaan terhadap pendanaan (Financing to Funding Ratio atau FFR). Selain pembelian obligasi korporasi oleh perbankan, BI juga mempertimbangkan pembelian surat utang jangka menengah (Medium Term Note/MTN) dan surat utang sertifikat deposito (Negotiable Certificate of Deposit/NCD) dalam perhitungan FFR.
  • Otoritas Jasa Keuangan memutuskan untuk tidak melanjutkan relaksasi restrukturisasi kredit satu pilar. Sebelumnya, melalui peraturan OJK No. 11/POJK/03/2015, OJK memberi keringanan dalam restrukturisasi kredit dari tiga pilar yakni, sektor industri, kondisi perusahaan, dan kemampuan membayar menjadi satu pilar yakni, kemampuan membayar.

Pasar Hari Ini
  • IHSG turun 19.91 poin atau 0.34% ke posisi 5,894.12. Dua sektor tercatat menguat yang mana sektor Pertambangan membukukan penguatan tertinggi dengan naik 0.54%. Sektor Barang Konsumsi membukukan pelemahan terdalam dengan turun 0.79%. Dari total saham yang diperdagangkan, tercatat 162 saham menguat, 184 saham melemah, 122 saham stagnan, dan 91 saham tidak diperdagangkan. Investor asing membukukan net sell Rp584.30 miliar. Volume perdagangan tercatat 12.15 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp6.93 triliun.
  • Indeks STI naik 0.37% ke level 3,272.16. Indeks Nikkei 225 turun 0.42% ke level 19,353.77. Indeks Hang Seng naik 0.43% ke level 27,518.60. Indeks Shanghai turun 0.49% ke level 3,271.51. Indeks Shenzen turun 0.61% ke level 1,890.48. Indeks Dow Jones turun 0.13% ke level 21,783.40. Indeks S&P500 turun 0.21% ke level 2,438.97. Indeks FTSE naik 0.33% ke level 7,407.06.
  • Yield SUN bertenor 5 tahun turun 0.17% ke level 6.6332. Yield obligasi korporasi bertenor 1 tahun turun 0.72% ke level 7.7951.
  • Nilai tukar rupiah melemah terhadap semua mata uang acuan (hard currency) kecuali poundsterling. Rupiah terhadap dollar AS di pasar spot diperdagangkan dikisaran Rp13,354 atau terdepresiasi 0.09%.
Tags

Artikel Terkait

Daily Update Edisi 29 Juni 2016

Bank Indonesia akan menaikan plafon limit transaksi uang elektronik yang terdaftar, yakni dari Rp5 juta menjadi Rp10 juta sementara yang tidak terdaftar tetap maksimal Rp5 juta. Perusahaan penerbit uang elektronik tercatat sebanyak 21 perusahaan yang terdiri dari bank dan perusahaan telekomunikasi dan berpotensi bertambah karena ada 20 perusahaan lainnya yang sedang mengajukan izin penerbitan uang elektronik. Bank Commonwealth mengubah fokus perusahaan dari kredit komersial ke kredit

Daily Update Edisi 29 Juli 2016

Rilis statistik terbaru Bank Indonesia menyebutkan likuiditas perekonomian, sebagaimana tercermin dari uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh 8,7% (yoy) pada Juni 2016. Akselerasi pertumbuhan M2 dipengaruhi oleh meningkatnya pertumbuhan kredit perbankan dan aktiva luar negeri bersih. Rilis data terbaru Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) menyebutkan jumlah rekening simpanan dengan saldo lebih dari Rp2 miliar meningkat 0,83% (MoM) menjadi 182 juta rekening pada Mei 2016. Jumlah nominal dari rekening tersebut mencapai Rp2.007,87 triliun.

Daily Update Edisi 28 Juli 2016

Bank Indonesia memproyeksikan ekonomi Indonesia bisa tumbuh 5% pada semester I-2016. Defisit APBN yang berada di kisaran 1,8%-1,9% atau jauh di atas target pemerintah 2,4% menjadi salah satu pendorong. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memutuskan untuk tidak mengubah tingkat bungapenjaminan. Dengan demikian, untuk periode 24 Juni-14 September 2016, tingkat bunga penjaminan simpanan rupiah dan valas di bank umum masing-masing 6,75% dan 0,75% serta simpanan rupiah di BPR 9,25%.