(0)


Bisnis.com, JAKARTA - Pengembang rumah subsidi harus rela memberikan stimulus kepada konsumen menyusul tekanan yang melanda sektor properti akibat dampak wabah corona atau Covid-19. 

Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Junaidi Abdillah mengatakan bahwa pihaknya berinisiatif memberikan keringanan terhadap kalangan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dalam pembelian rumah. 

Keringanan itu diberikan semata-mata untuk menggenjot realisasi kredit pemilikan rumah (KPR) bagi kalangan MBR di tengah ketidakpastian ekonomi seperti sekarang ini.

"Kita tetap optimistis badai [corona] segera berlalu, bahkan sekarang ini para pengembang banyak melakukan hal kreatif untuk membantu MBR supaya tetap bisa proses realisasi KPR," katanya pada Bisnis, Minggu (29/3/2020).

Junaidi mengatakan bahwa bentuk keringanan itu diberikan secara beragam oleh para anggota Apersi. Para pengembang ada yang membebaskan uang muka, biaya proses, hingga pemberian subsidi pajak kepada calon konsumen.

Dia mengharapkan keringanan itu dapat dilakukan oleh seluruh anggota Apersi setidaknya hingga jelang Lebaran dan selesainya wabah virus corona di Indonesia. Menurut Junaidi, kebutuhan segmen MBR terhadap rumah harus dapat terpenuhi meskipun dalam keadaan seperti saat ini.

"Begitu juga kepada perbankan dan Kementerian PUPR untuk memberikan kemudahan dalam hal proses dan persyaratan," katanya.


Sumber : ekonomi.bisnis.com


Baca Artikel Terkait
Berita Terkini | 18 Mei 2020
Pengembang Rumah Subsidi Desak Percepatan Realisasi KPR
Bisnis.com, JAKARTA - Pengembang rumah bersubsidi kembali mendesak perbankan memberikan insentif percepatan realisasi kredit pemilikan rumah (KPR) di tengah wabah corona jenis baru atau Covid-19.Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Daniel Djumali mengatakan bahwa kondisi saat ini perbankan malah mempersulit dalam melakukan akad KPR.Dia mengatakan bahwaBaca Selengkapnya
Berita Terkini | 18 Mei 2020
Penyaluran Dana Subsidi KPR FLPP Capai Rp4,85 Triliun
Bisnis.com, JAKARTA - Pusat Pengelola Dana Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mencatat total dana penyaluran kredit pemilikan rumah fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (KPR FLPP) mencapai Rp4,85 triliun.Direktur Utama Pusat Pengelola Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Arief Sabaruddin mengatakan bahwa nilai tersebut disalurkan untuk 48.837 unit rumah atau setaraBaca Selengkapnya
Berita Terkini | 18 Mei 2020
Gara-Gara Covid-19, Pengajuan Rumah Subsidi Turun
Bisnis.com, JAKARTA - Pusat Pengelola Dana Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyatakan bahwa saat ini rata-rata calon debitur rumah subsidi cenderung menurun.Direktur Utama Pusat Pengelola Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Arief Sabaruddin mengatakan calon debitur yang mendaftar melalui aplikasi Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan (SiKasep) tercatat di bawahBaca Selengkapnya