(0)


Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan properti sering dianggap paling anti terhadap perubahan yang terjadi sebagai dampak dari pesatnya kemajuan teknologi.

Anggapan tersebut dipatahkan dengan adanya kerja sama yang dijalin para pengembang dengan perusahaan teknologi di bidang properti.

Presiden Direktur Gapuraprima Group Arvin F. Iskandar mengatakan bahwa daripada berkompetisi, pihaknya justru memilih untuk menjalin kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan teknologi yang bergerak di sektor properti seperti operator ruang kerja bersama, sewa apartemen, hingga jual beli properti.

“Kami sudah sering kali melakukan kolaborasi, khususnya dalam hal pemasaran,” ujarnya kepada Bisnis, Minggu (10/11/2019).

Kolaborasi dengan perusahaan teknologi di bidang properti juga belum lama ini dilakukan salah satu pengembang besar yaitu PT Intiland Development Tbk. melalui salah satu proyek pengembangannya yaitu Praxis.

Intiland bersama dengan PT Horizon Internusa Persada (Travelio) sepakat bekerja sama untuk jasa dan layanan pengelolaan serta penyewaan unit apartemen Praxis yang berlokasi di kawasan pusat niaga di Surabaya.

Sebelumnya, Intiland juga telah menjalin kerja sama dengan PT Mediapura Digital Nusantara (Mediapura) untuk jasa dan layanan pengelolaan, dan penyewaan unit-unit apartemen Aeropolis yang berlokasi di dekat Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.


Sumber : ekonomi.bisnis.com


Baca Artikel Terkait
Berita Terkini | 23 Maret 2020
Suku Bunga Acuan BI Sudah Turun, Kapan Bunga Properti Turun?
Bisnis.com, JAKARTA - Pengamat bisnis properti mendorong perbankan agar dapat menyesuaikan suku bunga Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) menyusul pemangkasan suku bunga acuan Bank Indonesia pada Kamis (19/3/2020) pekan lalu.Bank Indonesia (BI) sebelumnya menurunkan kembali BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 4,5 persen dari sebelumnya 4,75 persen.Baca Selengkapnya
Berita Terkini | 23 Maret 2020
Pemangkasan Bunga Acuan Dinilai Belum Berdampak ke Properti
Bisnis.com, JAKARTA - Pengembang perumahan menilai penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia yang telah dilakukan dua kali di sepanjang tahun ini belum begitu berdampak ke sektor properti.Bank Indonesia (BI) sebelumnya menurunkan kembali suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 4,5 persen dari sebelumnya 4,75Baca Selengkapnya
Berita Terkini | 17 Maret 2020
Kadin Properti Usul Relaksasi Pajak di Tengah Sentimen Corona
Bisnis.com, JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri Indonesia Bidang Properti mengusulkan agar pemerintah memberikan stimulus berupa relaksasi pajak di sektor properti.Usulan itu disampaikan sebagai antisipasi lanjutan dari dampak virus corona jenis baru atau covid-19 yang semakin meluas di Indonesia dan mengancam segala sektor industri, termasuk industri properti. "Saya rasa dampak virusBaca Selengkapnya