(0)


Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan properti sering dianggap paling anti terhadap perubahan yang terjadi sebagai dampak dari pesatnya kemajuan teknologi.

Anggapan tersebut dipatahkan dengan adanya kerja sama yang dijalin para pengembang dengan perusahaan teknologi di bidang properti.

Presiden Direktur Gapuraprima Group Arvin F. Iskandar mengatakan bahwa daripada berkompetisi, pihaknya justru memilih untuk menjalin kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan teknologi yang bergerak di sektor properti seperti operator ruang kerja bersama, sewa apartemen, hingga jual beli properti.

“Kami sudah sering kali melakukan kolaborasi, khususnya dalam hal pemasaran,” ujarnya kepada Bisnis, Minggu (10/11/2019).

Kolaborasi dengan perusahaan teknologi di bidang properti juga belum lama ini dilakukan salah satu pengembang besar yaitu PT Intiland Development Tbk. melalui salah satu proyek pengembangannya yaitu Praxis.

Intiland bersama dengan PT Horizon Internusa Persada (Travelio) sepakat bekerja sama untuk jasa dan layanan pengelolaan serta penyewaan unit apartemen Praxis yang berlokasi di kawasan pusat niaga di Surabaya.

Sebelumnya, Intiland juga telah menjalin kerja sama dengan PT Mediapura Digital Nusantara (Mediapura) untuk jasa dan layanan pengelolaan, dan penyewaan unit-unit apartemen Aeropolis yang berlokasi di dekat Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.


Sumber : ekonomi.bisnis.com


Baca Artikel Terkait
Berita Terkini | 17 Maret 2020
Kementerian PUPR Bedah 4.000 Unit Rumah di Sumatra Selatan
Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Pekerjaan Rakyat menyatakan bahwa program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya atau bedah rumah di Provinsi Sumatra Selatan pada 2020 mencapai 4.000 unit.Jumlah itu tersebar di delapan Kabupaten/Kota yakni Kota Palembang, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Empat Lawang, Oku Timur, Muara Enim, Banyuasin, Musi Banyuasin, danBaca Selengkapnya
Berita Terkini | 17 Maret 2020
Dampak Corona, Pengembang Khawatir Daya Beli MBR Menurun
Bisnis.com, JAKARTA - Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat mencemakan risiko penurunan daya beli masyarakat berpenghasilan rendah  sebagai imbas dari sentimen virus corona atau Covid-19.Virus jenis baru itu terus meluas di Indonesia dan dinilai dapat mengganggu perekonomian Tanah Air, termasuk mempengaruhi daya beli kalangan MBR terhadap permintaan properti bersubsidi jikaBaca Selengkapnya
Berita Terkini | 17 Maret 2020
Pasar Properti Lesu, Perbankan Diminta Tetap Beri Dukungan
Bisnis.com, JAKARTA - Pengembang berharap agar perbankan tak menurunkan porsi kredit untuk sektor properti karena dikhawatirkan hanya akan memperparah kondisi pasar properti yang saat ini masih belum pulih.Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengembang Perumahan Dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Daniel Djumali. Dia mengatakan bahwa ada beberapa masalah yangBaca Selengkapnya