(0)


KOMPAS.com - Selain sebagai hunian yang nyaman bagi Anda dan keluarga, rumah juga menjadi salah satu bentuk investasi properti yang paling diminati, terutama oleh kalangan milenial.

Dalam berinvestasi rumah, Anda perlu menerapkan strategi, mengikuti perkembangan bisnis properti, dan terus memperluas pengetahuan.

Apabila tak berhati-hati mengambil langkah, alih-alih keuntungan besar yang dapat Anda peroleh, melainkan kerugian yang tak diperhitungkan sebelumnya.

Belajarlah dari kesalahan para investor pemula yang merugi. Mereka umumnya melihat investasi rumah sebagai jalan singkat untuk meningkatkan penghasilan sehingga kerap meremehkan berbagai aspek.

Berikut adalah beberapa hal yang sebaiknya Anda hindari sedari awal agar tak merugi saat melakukan investasi properti.

1. Tak Memiliki Tujuan Jangka Panjang

Tak memiliki tujuan jangka panjang Tak memiliki tujuan jangka panjang(Shutterstock)Berinvestasi tanpa rencana jangka panjang memiliki risiko kegagalan yang lebih tinggi. Selayaknya merencanakan sesuatu, Anda perlu mengidentifikasi tujuan utamanya terlebih dahulu.

Selain itu, riset dan survei mengenai harga pasar juga perlu dilakukan agar Anda tak salah menentukan pilihan.

Investasi rumah akan lebih menguntungkan jika dapat bertahan secara jangka panjang, maka jangan terburu-buru dalam mengambil keputusan.

Apalagi sampai berinvestasi karena sekadar mengikuti tren. Lakukanlah pertimbangan yang matang dengan membandingkan properti yang satu dengan yang lainnya.

2. Lokasi yang Kurang Strategis

Lokasi yang kurang strategis Lokasi yang kurang strategis(Shutterstock)Tingginya kebutuhan tempat tinggal membuat investasi rumah dapat menghasilkan keuntungan yang melimpah.

Harga tanah yang murah memang menggiurkan, nilai investasinya pada masa depan juga dapat meningkat berkali-kali lipat.

Namun apabila lokasi tanah tersebut kurang strategis atau wilayah sekitarnya tidak potensial untuk berkembang, rumah yang dibangun tetap akan sulit terjual. Bahkan kemungkinan besar nilai investasinya juga akan ikut menurun.

3. Membeli pada Waktu yang Salah

Waktu yang salah Waktu yang salah(Shutterstock)Momentum pembelian juga menentukan nilai investasi rumah Anda pada masa mendatang. Maka dari itu, usahakan untuk tak membeli properti saat harganya sedang tinggi dan menjualnya kembali pada saat harga pasarnya sedang turun.

Sekali pun Anda menjual rumah pada saat harga pasar di fase normal, harga rumah yang tinggi tetap akan sulit bersaing dengan properti lainnya.

Setiap peluang dalam berinvestasi properti harus dimanfaatkan dengan baik. Waktu yang tepat untuk membeli rumah adalah saat harga pasar sedang turun dan menjualnya kembali saat permintaan sedang tinggi-tingginya.

4. Mengabaikan Kualitas Bangunan

Ilustrasi pembangunan rumah Ilustrasi pembangunan rumah(www.shutterstock.com)Apapun tujuan investasi properti Anda, baik itu sebagai investor yang tidak akan menempati rumah ataupun sebagai calon penghuni rumah, jangan sampai menomorduakan kualitas bangunan.

Begitu pun bagi Anda yang ingin membeli rumah dari pengembang atau membangunnya sendiri.

Material bangunan yang murah biasanya tak memiliki ketahanan yang kuat, sehingga Anda perlu mengeluarkan biaya lebih untuk perawatan.

Tentunya ini menghambat Anda memperoleh keuntungan investasi yang maksimal. Membeli properti yang sudah siap huni, seperti dilengkapi dengan desain apartemen yang lengkap, justru dapat lebih menguntungkan.

Anda tak perlu mengeluarkan biaya lebih untuk pengisian interior properti.

5. Kegagalan Pembayaran

Ilustrasi Ilustrasi(Thinkstockphotos.com)Keberanian untuk mengambil risiko tinggi memang sangat dibutuhkan kala berinvestasi, namun jangan sampai melewati batas kemampuan ekonomi Anda.

Ketahui betul kondisi finansial Anda sebelum memutuskan untuk membeli real estate yang harganya tinggi.

Kegagalan pembayaran seperti tak mampu membayar cicilan di tengah-tengah masa pembayaran sehingga properti harus dijual kembali justru malah merugikan Anda.

Selain itu, berhati-hati juga dengan penipuan berkedok investasi. Pastikan Anda menggunakan layanan sistem kredit baik online maupun offline yang terlegitimasi secara sah dengan memperoleh izin beroperasi dari otoritas jasa keuangan (OJK).


Sumber : properti.kompas.com


Baca Artikel Terkait
Info Terbaru | 2 April 2020
Tips Membangun Kebiasaan Yang Sehat Di Rumah
Kebutuhan akan kesehatan di dalam rumah saat ini lebih penting dari apapun, terutama melihat situasi dan kondisi yang tengah kita hadapi saat ini. Kesehatan Anda dan keluarga akan sangat terpengaruh oleh kebiasaan hidup sehat yang dibangun dengan baik. Diterpa kesibukan harian yang memakan waktu dan tenaga, terkadang kita justru mengorbankanBaca Selengkapnya
Info Terbaru | 2 April 2020
7 Tips Maksimalkan Jaringan Internet Di Rumah Selama Masa WFH
Bagi Sahabat BTN yang sudah mulai bekerja dari rumah, kebutuhan internet yang cepat tentu sudah semakin penting. Terutama karena saat ini  dengan semakin banyak yang menggunakan jaringan internet untuk bekerja di rumah pada waktu bersamaan. Hari-hari Anda kini mungkin lebih sering diisi dengan kegiatan seperti video call baik untuk memenuhi kebutuhanBaca Selengkapnya
Info Terbaru | 31 Maret 2020
5 Hal Pertama Yang Harus Dilakukan Ketika Masuk Rumah Di Masa Pandemik Corona
Kewaspadaan menjadi sesuatu yang harus diingat dan semakin penting saat ini. Kemungkinannya saat ini Anda tentu akan jarang bepergian keluar rumah. Hal ini juga terjadi untuk beberapa alasan. Meskipun meninggalkan rumah sangat beresiko saat ini, ada perjalanan yang tentunya bagi sebagian orang tidak bisa dihindari. Pada tahap ini, tips berikut menjadiBaca Selengkapnya