(0)


Bisnis.com, JAKARTA– Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, melalui Direktorat Jenderal Perumahan, telah menyelesaikan pembangunan serta melaksanakan serah terima 20 unit rumah khusus untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kabupaten Pegunungan Arfak, Provinsi Papua Barat. 

“Kami telah menyelesaikan pembangunan dan melakukan serah terima kunci rumah khusus sebanyak 20 unit rumah kepada pemerintah Kabupaten Pegunungan Arfak,” ujar Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan Provinsi Papua Barat Phiter Pakabu melalui siaran pers, Minggu (26/4/2020).

Pither menjelaskan bahwa bantuan rumah khusus tersebut diperuntukkan bagi MBR yang bertempat tinggal di daerah tersebut. Sebanyak 20 unit rumah khusus yang dibangun oleh Kementerian PUPR memiliki bangunan tipe 36 dan sudah dalam kondisi siap huni.

Sebagai informasi, rumah khusus di Kampung Sisrang Kabupaten Pegunungan Arfak dibangun oleh SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi Papua Barat Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR dengan nilai anggaran senilai Rp5,29 miliar pada 2019 lalu. 

Adapun, Kementerian PUPR menunjuk kontraktor pelaksana untuk pembangunan ini adalah CV Pilar Utama Sampurna.

“Adanya pembangunan rumah khusus tersebut diharapkan dapat membantu MBR di daerah untuk mendapatkan hunian yang layak huni. Kami berharap dengan menempati rumah yang layak huni, kesejahteraan masyarakat di Kampung Sisrang bisa lebih ditingkatkan lagi,” harapnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perumahan Kabupaten Pegunungan Arfak Anton Meyum menyampaikan bahwa masyarakat di kampung ini sangat bersyukur dengan adanya bantuan rumah khusus untuk para warga di daerahnya. 

Menurutnya, rumah merupakan salah satu kebutuhan setiap orang yang harus dipenuhi sehingga mereka bisa lebih fokus bekerja mencari kebutuhan sehari-hari untuk keluarga. 

“Saya juga meminta kepada warga yang telah menerima bantuan ini agar hunian rumah ini dijaga dan dirawat. Selain itu para penghuni rumah khusus juga wajib menjaga keamanan sehingga tercipta suasana yang kondusif,” harapnya. 


Sumber : ekonomi.bisnis.com


Baca Artikel Terkait
Berita Terkini | 29 Juni 2020
Hunian Inden Tak Lagi Diminati, Ini Alasannya
Bisnis.com, JAKARTA - Kenormalan baru atau new normal ternyata ikut mengubah prefensi masyarakat terhadap produk properti, khususnya hunian berupa rumah tapak atau apartemen.Alih-alih membeli unit yang masih dalam proses pembangunan atau sama sekali belum dibangun, kini masyarakat memilih untuk membeli hunian yang siap huni.Associate Director  Coldwell Banker Commercial Dani IndraBaca Selengkapnya
Berita Terkini | 29 Juni 2020
Hari Gini, Aduan ke Sektor Properti Kok Masih Tinggi
Bisnis.com, JAKARTA – Rasa senang bakal segera bisa punya rumah sendiri ternyata harus pupus ketika pembeli rumah berhadapan dengan pengembang atau agen properti nakal, yang menebar jani-janji manis dan kemudian diingkari saat proses telah berjalan.Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mencatat sepanjang 2019 aduan terkait dengan pembelian properti menjadi yang terbanyakBaca Selengkapnya
Berita Terkini | 29 Juni 2020
Penyaluran FLPP Capai Rp7,11 Triliun
Bisnis.com, JAKARTA – Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) melaporkan, per Jumat 26 Juni 2020, dana yang telah disalurkan untuk Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) senilai Rp7,11 triliun.PPDPP mencatat, total realisasi Rp7,11 triliun tersebut telah membiayai 70.335 unit rumah, atau telah mencapai 68,62 persen dari anggaran. Sehingga total penyaluran FLPPBaca Selengkapnya