(0)


Bisnis.com, JAKARTA– Sektor properti dinilai masih bisa menjadi sarana investasi yang menjanjikan karena harganya yang terus naik. Meskipun dilanda pandemi Covid-19, sektor properti dinilai bisa segera bangkit usai pandemi.

Wakil Ketua Persatuan Perusahaan Real Estat Indonesia (REI) Bidang Hubungan Luar Negeri Rusmin Lawin mengatakan bahwa yang menjadi berita baik bagi industri properti adalah bahwa properti masih menjadi salah satu sektor yang esensial.

“Properti menjadi sektor yang harus tetap berjalan walaupun ada Covid-19 karena multiplier effect-nya luar biasa dan bisa mendorong ratusan industri lainnya, serta padat karya, banyak pekerja yang bisa dipekerjakan,” ungkap Rusmin kepada Bisnis.com, Minggu (26/4/2020).

Menurutnya, dengan Covid-19 yang sifatnya sementara, diharapkan tidak menyurutkan minat para investor asing untuk tetap berinvestasi properti di Indonesia.

“Sampai saat ini mereka [investor asing] masih komunikasi dengan kita, mereka tunggu keadaan membaik baru mereka datang untuk investasi,” ujarnya.

Menurutnya, di saat seperti ini baik investor maupun pengembang proyek bisa memanfaatkan waktu untuk melakukan persiapan yang matang terkait dengan proyek-proyek yang akan dikerjakan. Sehingga, ketika waktunya sudah tepat, semuanya bisa langsung dijalankan.

Adapun, Rusmin menyebutkan, beberapa negara asing yang banyak berinvestasi seperti Korea, Jepang, dan China sudah secara perlahan kembali beroperasi normal, sehingga hubungan mengenai investasi dengan Indonesia tetap berjalan.

“Cuma beberapa negara kan tergantung keadaan masing-masing, ada yang bisa cepat recovery dan ada yang tidak. Tapi menurut saya sektor real estat harusnya ke depan bisa makin kinclong,” imbuhnya.

Pasalnya, terbukti investasi properti tidak pernah merugikan apabila dibandingkan dengan produk finansial seperti saham ataupun produk lainnya yang terhantam anjlok seketika, bersamaan dengan pelemahan rupiah.


Sumber : ekonomi.bisnis.com


Baca Artikel Terkait
Berita Terkini | 29 Juni 2020
Hunian Inden Tak Lagi Diminati, Ini Alasannya
Bisnis.com, JAKARTA - Kenormalan baru atau new normal ternyata ikut mengubah prefensi masyarakat terhadap produk properti, khususnya hunian berupa rumah tapak atau apartemen.Alih-alih membeli unit yang masih dalam proses pembangunan atau sama sekali belum dibangun, kini masyarakat memilih untuk membeli hunian yang siap huni.Associate Director  Coldwell Banker Commercial Dani IndraBaca Selengkapnya
Berita Terkini | 29 Juni 2020
Hari Gini, Aduan ke Sektor Properti Kok Masih Tinggi
Bisnis.com, JAKARTA – Rasa senang bakal segera bisa punya rumah sendiri ternyata harus pupus ketika pembeli rumah berhadapan dengan pengembang atau agen properti nakal, yang menebar jani-janji manis dan kemudian diingkari saat proses telah berjalan.Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mencatat sepanjang 2019 aduan terkait dengan pembelian properti menjadi yang terbanyakBaca Selengkapnya
Berita Terkini | 29 Juni 2020
Penyaluran FLPP Capai Rp7,11 Triliun
Bisnis.com, JAKARTA – Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) melaporkan, per Jumat 26 Juni 2020, dana yang telah disalurkan untuk Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) senilai Rp7,11 triliun.PPDPP mencatat, total realisasi Rp7,11 triliun tersebut telah membiayai 70.335 unit rumah, atau telah mencapai 68,62 persen dari anggaran. Sehingga total penyaluran FLPPBaca Selengkapnya