(0)


Bisnis.com, JAKARTA—Kalangan perbankan menanti rincian peraturan pelaksana yang terkait dengan pembiayaan perbankan dalam kepemilikan hunian bagi orang asing yang berkedudukan di Indonesia.

Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/ Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nomor 29 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pemberian, Pelepasan, atau Pengalihan Hak atas Pemilikan Rumah Tempat Tinggal atau Hunian oleh Orang Asing yang Berkedudukan di Indonesia.

Aturan tersebut telah menegaskan bahwa orang asing dapat memiliki properti dengan status hak pakai. Orang asing dapat menjadikan properti tersebut sebagai jaminan untuk memperoleh kredit.

Direktur Departemen Kebijakan Makro Prudential Bank Indonesia, Yati Kurniati mengatakan, tidak ada pengaturan dari regulator, baik Bank Indonesia maupun OJK, yang menghambat bank untuk memberikan pembiayaan kepada orang asing dengan agunan properti hak pakai. Tidak ada perbedaan perlakukan terhadap warga asing dalam kebijakan kredit properti.

Regulator sepenuhnya menyadari terhadap potensi manfaat dengan dibukanya pemilikan properti oleh orang asing. Selain akan memacu penjualan properti, ini juga akan meningkatkan penyaluran kredit bank dan mendukung fiskal. Selain itu, dengan adanya kepastian hukum ini akan mengurangi pembelian properti dengan pinjaman nama lokal atau nominee.

Meski begitu, kalangan perbankan adalah pebisnis yang memiliki analisis resiko dan penilai sendiri dalam mengambil keputusan bisnisnya. Bank tidak begitu saja menerima agunan properti dari orang asing hanya karena aturan membolehkannya.

Bank masih mempertanyakan kepastian dalam proses pengalihan hak bila nantinya orang asing melepas kepemilikannya. Bila terjadi kondisi terburuk, bank mempertanyakan seberapa besar resikonya terhadap kelangsungan bisnisnya.

Oleh regulasi, orang asing tidak dapat menjual huniannya kepada sesama orang asing, kecuali diwariskan, sebab mereka hanya boleh beli dari pasar primer. Mereka hanya boleh menjual pada WNI, sementara WNI masih belum nyaman dengan properti hak pakai. Ada kekuatiran, harganya justru akan jatuh karena ketidakyakinan WNI terhadap kebenaran nilai agunan.

Selain itu, bila terjadi default, regulasinya mengatur properti milik orang asing tersebut harus dilepas melalui lelang negara. Hal ini di luar kontrol langsung perbankan sehingga dinilai berisiko. Tidak ada kepastian dalam proses pengalihan ini, termasuk lama waktu dan biayanya serta potensi kejatuhan nilai.

“Jadi, yang diharapkan adalah rincian aturan pelaksana yang bisa memberikan rasa aman dari setiap butir yang terkait dengan transaksi yang akan berhubungan dengan perbankan. Begitu itu clear dan memberi kepastian serta bank bisa memitigasi resiko, tidak ada hambatan bank untuk memberikan kredit,” katanya, Senin (31/10/2016).

Hal tersebut disampaikannya dalam acara Focus Group Discussion bertajuk Kepastian Implementasi Kebijakan Kepemilikan Porperti oleh Orang Asing, Senin (31/10) di Hotel Raffles, Jakarta. FGD tersebut merupakan hasil kerjasama antara Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) bersama Bisnis Indonesia Learning Center (BILEC).

Sumber : properti.bisnis.com
Gambar : Ilustrasi pembangunan perumahan - Antara

Baca Artikel Terkait
Berita Terkini | 20 Juli 2020
Subsidi FLPP Masih Tetap Dianggarkan hingga Tahun 2021
JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Eko Djoeli Heripoerwanto menuturkan, selama Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat ( BP Tapera) belum beroperasi penuh, Pemerintah tetap mengupayakan pelayanan pembiayaan perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) tetap berjalan. Adapun pelayananBaca Selengkapnya
Berita Terkini | 20 Juli 2020
Transaksi Hunian Berharga di Atas Rp1 Miliar Bangkit Lagi
Bisnis.com, JAKARTA — Peminat produk hunian dengan kisaran harga di atas Rp1 miliar diperkirakan naik kembali di tengah pandemi Covid-19.Senior Director Leads Property Darsono Tan mengatakan bahwa produk hunian di atas Rp1 miliar ke atas saat ini mulai naik lagi setelah April, Mei, dan Juni sempat mengalami penurunan atau permintaan."SaatBaca Selengkapnya
Berita Terkini | 20 Juli 2020
SMF Sediakan Dana KPR Jangka Panjang Melalui 2 Skema, Apa Saja?
Bisnis.com, JAKARTA — PT Sarana Multigriya Finansial menyediakan dana kredit pemilikan rumah jangka panjang lewat dua skema yakni sekuritisasi dan refinancing untuk mendukung program tabungan perumahan rakyat.Direktur Utama PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) Ananta Wiyogo mengatakan bahwa perseroan siap mendukung program tabungan perumahan rakyat (tapera) yang akan diberikan oleh BadanBaca Selengkapnya