(0)


Bisnis.com, JAKARTA - Kendati pasar industri properti diprediksi masih melambat pada 2019 akibat aktivitas politik, yaitu pemilihan umum yang akan dilaksanakan pada pertengahan tahun, sejumlah pengembang tetap optimistis peluncuran produk baru tidak akan terganggu.

Direktur Ciputra Group Harun Hajadi mengatakan tahun politik tidak menjadi pertimbangan Ciputra dalam meluncurkan proyek-proyek baru. Bahkan, pihaknya telah memiliki strategi dengan menargetkan pasar di segmen tertentu.

"Kan produk-produk kami cukup banyak, segmennya cukup lengkap, bahkan proyek kami juga ada di banyak kota," kata Harun kepada Bisnis, belum lama ini.

Namun, dia menilai, segmen yang akan melambat pasarnya adalah segmen menengah atas. Hal ini bukan karena alasan politik, melainkan karena kemungkinan adanya fluktuasi nilai tukar rupiah.

"Segmen menengah ke atas yang akan terpengaruh secara negatif, secara psikologis akan sangat mengganggu investasi produk tersebut yang merupakan big ticket items," kata dia.

President Director Gapura Prima Group Rudy Margono mengatakan pihaknya akan terus mengembangkan proyek-proyek residensial yang fokus di segmen menengah pada tahun ini.

"Gapura Prima akan berkembang terus, ada lima proyek baru yang akan kami publikasikan. Kami akan fokus di perumahan, rumah tapak untuk segmen menengah," kata Rudy.

Menurutnya, segmen yang paling aman dan permintaannya paling banyak adalah pembeli dari segmen menengah. Sementara, Gapura Prima masih akan fokus menggarap proyek di kawasan Jabodetabek.

Vice President Director PT Perdana Gapuraprima Tbk Arvin F. Iskandar mengatakan Gapura Prima tengah menyiapkan proyek baru yang diluncurkan setelah pemilihan umum atau pada semester II/2019.

Gapura Prima akan membangun  hunian vertikal lowrise di kawasan Pakuan, Bogor yang akan menyasar mahasiswa, pekerja lajang, dan keluarga muda. Proyek tersebut akan dibangun berdekatan dengan Universitas Pakuan yang terdiri dari 10 menara dengan 8 lantai yang akan dibanderol dengan harga mulai dari Rp180 juta hingga Rp200 juta per unit.

Dengan total lahan seluas 2 hektare, Arvin mengatakan proyek tersebut akan menelan investasi sekitar Rp250 miliar hingga Rp350 miliar.

Selain itu, Gapura Prima akan melanjutkan pengembangan proyek perumahan berskala kota Bukit Cimanggu City dengan meluncurkan klaster terbaru sekitar 15 hektare hingga 20 hektare. Total luas lahan pengembangan Bukit Cimanggu yang telah tergarap sebanyak 60% dari total luas 200 hektare.

Proyek lainnya yaitu melanjutkan pengembangan perumahan Metro Cilegon seluas 120 hektare dengan meluncurkan klaster terbaru dan melanjutkan pengembangan perumahan Villa Ubud Anyer seluas 40 hektare.

Sumber : ekonomi.bisnis.com

Baca Artikel Terkait
Berita Terkini | 29 Juni 2020
Hunian Inden Tak Lagi Diminati, Ini Alasannya
Bisnis.com, JAKARTA - Kenormalan baru atau new normal ternyata ikut mengubah prefensi masyarakat terhadap produk properti, khususnya hunian berupa rumah tapak atau apartemen.Alih-alih membeli unit yang masih dalam proses pembangunan atau sama sekali belum dibangun, kini masyarakat memilih untuk membeli hunian yang siap huni.Associate Director  Coldwell Banker Commercial Dani IndraBaca Selengkapnya
Berita Terkini | 29 Juni 2020
Hari Gini, Aduan ke Sektor Properti Kok Masih Tinggi
Bisnis.com, JAKARTA – Rasa senang bakal segera bisa punya rumah sendiri ternyata harus pupus ketika pembeli rumah berhadapan dengan pengembang atau agen properti nakal, yang menebar jani-janji manis dan kemudian diingkari saat proses telah berjalan.Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mencatat sepanjang 2019 aduan terkait dengan pembelian properti menjadi yang terbanyakBaca Selengkapnya
Berita Terkini | 29 Juni 2020
Penyaluran FLPP Capai Rp7,11 Triliun
Bisnis.com, JAKARTA – Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) melaporkan, per Jumat 26 Juni 2020, dana yang telah disalurkan untuk Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) senilai Rp7,11 triliun.PPDPP mencatat, total realisasi Rp7,11 triliun tersebut telah membiayai 70.335 unit rumah, atau telah mencapai 68,62 persen dari anggaran. Sehingga total penyaluran FLPPBaca Selengkapnya