(0)


Perumnas Siap Bangun Rumah Bersubsidi 2.400 Unit Di BogorBisnis.com, BOGOR- Perum Perumnas berencana membangun perumahan bersubsidi sebanyak 2.400 unit di Kabupaten Bogor. General Manager Perum Perumnas Jabodetabek Dede Maslahat mengatakan lokasi pembangunan menyasar kawasan Leuwi Liang karena dianggap harga tanahnya masih murah.
"Rencana akan dibangun pada triwulan keempat tahun ini," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, Minggu (17/7/2016).

Dia mengatakan saat ini pihaknya sedang tahap proses pembebasan lahan. Untuk sementara penggarapan lahan baru 20 hektar.

Menurutnya, lokasi di Leuwi Liang untuk dibangun hunian dinilai cukup propspektif. Nantinya akan dibangun perumahan bersubsidi tipe 36 dengan luasan 72 meterpersegi.

""Potensi satu hektarnya mencapai 60 unit rumah. Jadi jika selesai pembebasan lahan bisa mencapai 2.400 unit," paparnya.

Baca Artikel Terkait
Berita Terkini | 11 November 2019
Kantor Sewa Tradisional VS Ruang Kerja Fleksibel
Bisnis.com, JAKARTARuang kantor fleksibel bukan hanya untuk perusahaan rintisan. Pada kenyataannya, ruang kantor fleksibel memberikan manfaat besar bagi pelanggan korporasi yang menginginkan tata kantor bergaya profesional dan menunjang kelincahan kerja.Sewa properti komersial merupakan komitmen dengan jangka waktu yang tidak pasti. Perusahaan mungkin bisa memprediksi performa bisnis tahun depan, tetapi duniaBaca Selengkapnya
Berita Terkini | 11 November 2019
IMB dan Amdal Dihapus, Sofyan Minta Anggaran RDTR
JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah terus berupaya menciptakan birokrasi yang sederhana agar memudahkan para pengusaha dalam rangka berinvestasi di Indonesia, salah satunya dengan melakukan penyederhanaan perizinan. Penghapusan Izin Mendirikan Bangunan ( IMB) dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) akan ditempuh Pemerintah sebagai bentuk penyederhanaan izin yang diharapkan dapat memudahkan investasi. Kendati demikian, dalam prosesBaca Selengkapnya
Berita Terkini | 11 November 2019
Ini Salah Satu Kiat Pengembang Memasarkan Produk Properti
Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan properti sering dianggap paling anti terhadap perubahan yang terjadi sebagai dampak dari pesatnya kemajuan teknologi.Anggapan tersebut dipatahkan dengan adanya kerja sama yang dijalin para pengembang dengan perusahaan teknologi di bidang properti.Presiden Direktur Gapuraprima Group Arvin F. Iskandar mengatakan bahwa daripada berkompetisi, pihaknya justru memilih untuk menjalinBaca Selengkapnya