(0)


Perumnas Siap Bangun Rumah Bersubsidi 2.400 Unit Di BogorBisnis.com, BOGOR- Perum Perumnas berencana membangun perumahan bersubsidi sebanyak 2.400 unit di Kabupaten Bogor. General Manager Perum Perumnas Jabodetabek Dede Maslahat mengatakan lokasi pembangunan menyasar kawasan Leuwi Liang karena dianggap harga tanahnya masih murah.
"Rencana akan dibangun pada triwulan keempat tahun ini," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, Minggu (17/7/2016).

Dia mengatakan saat ini pihaknya sedang tahap proses pembebasan lahan. Untuk sementara penggarapan lahan baru 20 hektar.

Menurutnya, lokasi di Leuwi Liang untuk dibangun hunian dinilai cukup propspektif. Nantinya akan dibangun perumahan bersubsidi tipe 36 dengan luasan 72 meterpersegi.

""Potensi satu hektarnya mencapai 60 unit rumah. Jadi jika selesai pembebasan lahan bisa mencapai 2.400 unit," paparnya.

Baca Artikel Terkait
Berita Terkini | 17 Februari 2020
SASAR MILENIAL, BANK BTN GELAR INDONESIA PROPERTI EXPO KE-20
Kabar gembira bagi mereka yang ingin segera merealisasikan mimpinya membeli rumah impian, karena  PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk kembali menggelar  Indonesia Property Expo (IPEX) pada tanggal 15 Februari hingga 23 Februari 2020 mendatang. Pada IPEX ke 20 yang digelar di JCC, Jakarta Pusat tersebut, Bank BTN menargetkan dapat meraupBaca Selengkapnya
Berita Terkini | 10 Februari 2020
Kementerian PUPR Rilis Aplikasi Pemantauan Bedah Rumah
Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan merilis aplikasi pemantauan pelaksanaan bedah rumah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid mengatakan aplikasi E – BSPS tersebut diharapkan dapat digunakan untuk mempermudah pemantauan serta meminimalisir dokumenBaca Selengkapnya
Berita Terkini | 10 Februari 2020
Ini Alasan Keluarga Muda Lebih Senang Rumah Tapak
Bisnis.com, JAKARTAMinat masyarakat untuk memiliki hunian berupa rumah tapak ternyata masih sangat besar. Hal ini terlihat dari hasil riset situs jual beli rumah dalam jaringan Rumah123.com.Hasil riset menyebutkan bahwa tingkat pencarian rumah tapak naik 34 persen, sedangkan pencari apartemen dan tanah justru turun masing-masing 10 persen dan 2 persen. PengembangBaca Selengkapnya