(0)


Perumnas Siap Bangun Rumah Bersubsidi 2.400 Unit Di BogorBisnis.com, BOGOR- Perum Perumnas berencana membangun perumahan bersubsidi sebanyak 2.400 unit di Kabupaten Bogor. General Manager Perum Perumnas Jabodetabek Dede Maslahat mengatakan lokasi pembangunan menyasar kawasan Leuwi Liang karena dianggap harga tanahnya masih murah.
"Rencana akan dibangun pada triwulan keempat tahun ini," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, Minggu (17/7/2016).

Dia mengatakan saat ini pihaknya sedang tahap proses pembebasan lahan. Untuk sementara penggarapan lahan baru 20 hektar.

Menurutnya, lokasi di Leuwi Liang untuk dibangun hunian dinilai cukup propspektif. Nantinya akan dibangun perumahan bersubsidi tipe 36 dengan luasan 72 meterpersegi.

""Potensi satu hektarnya mencapai 60 unit rumah. Jadi jika selesai pembebasan lahan bisa mencapai 2.400 unit," paparnya.

Baca Artikel Terkait
Berita Terkini | 18 November 2019
Mengapa Hunian Dekat Jalan Tol Lebih Diminati daripada TOD
Bisnis.com, JAKARTA — Perkembangan infrastruktur yang begitu pesat saat ini dapat menjadi nilai tambah bagi properti-properti yang dijual di sekitarnya. Penjual banyak mengedepankan nilai seperti akses yang lebih mudah karena dekat dengan jalan tol atau terintegrasi karena dekat dengan moda transportasi massal.Dalam pengembangan hunian dengan kedua konsep, antara transit orientedBaca Selengkapnya
Berita Terkini | 18 November 2019
Kementerian PUPR Alokasikan Anggaran FLPP 2020 Rp11 Triliun
Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengalokasikan anggaran untuk Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan pada 2020 sebesar Rp11 triliun.Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) John Wempi Wetipo mengatakan anggaran Rp11 triliun itu untuk memfasilitasi 102.500 unit rumah pada 2020.Selain itu, untuk Subsidi Selisih Bunga (SSB) sebesarBaca Selengkapnya
Berita Terkini | 18 November 2019
Uang Muka Rumah Bersubsidi Diturunkan Menjadi Satu Persen Saja
Bisnis.com, JAKARTA - Untuk memudahkan kepemilikan rumah bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah, Kementerian PUPR menurunkan besaran uang muka yang harus dibayar.Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengubah persyaratan uang muka dari minimal lima persen menjadi satu persen.Penurunan besaran uang muka tersebut ditetapkan terkait Program Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis TabunganBaca Selengkapnya