(0)


Bisnis.com, JAKARTA — “Sumpah deh, gue mendingan ngontrak dari pada beli,” ungkap Bimo (26), pemilik warung kopi di Jakarta.

Menurutnya, sebagai milenial sekaligus pemilik usaha berkategori informal, untuk membeli rumah saat ini dengan penghasilan yang pas-pasan, masih terbilang sulit.

Apalagi, dengan penghasilan yang masih di batas upah minimum regional di Jakarta, Bimo mengatakan bahwa dirinya masih kesulitan mencari-cari hunian untuk dibeli. Di samping harganya yang tidak lagi masuk akal, kesulitan dalam membeli rumah juga dikarenakan syarat-syarat untuk melakukan akad kredit pemilikan rumah yang memang dianggap masih ribet.

“Ibaratnya kita kan KPR supaya bisa melakukan pembiayaan, tapi kalau mau ajukan kredit malah harus punya duit dulu, enggak sinkron kan?” katanya, Minggu (24/11).

Walaupun sudah banyak kemudahan yang diberi bank dan juga pemerintah mulai dari KPR khusus milenial, kemudahan loan to value (LTV), atau skema pembiayaan dari pengembang serta beragam promonya, nyatanya sebagai milenial, Bimo merasa persyaratan yang harus dihadapi, terutama untuk KPR subsidi masih rumit.

“Mendingan ngontrak dulu sih, seenggaknya keluar dulu deh dari rumah orang tua atau mertua nanti, tinggal bayar bulanan. Lebih menguntungkan juga buat yang punya rumah kontrakannya, kan? Nanti kalau udah punya penghasilan pasti dan banyak, baru deh beli rumah,” ujarnya.

Bimo menyebutkan bahwa sewa dianggap lebih mudah, lantaran tinggal membuat perjanjian saja dengan pemilik rumah yang dikontrakkan, pembayaran lebih mudah, bisa berpatungan dengan pasangan, dan dinilainya masih sesuai dengan pendapatan orang-orang yang baru memulai karier.

Jika sudah mampu membeli rumah kelak, kata Bimo, preferensinya tetaplah kepada rumah tapak.

Menurutnya, membeli atau menyewa apartemen seperti tidak ada wujudnya, belum lagi ada biaya selain biaya sewa seperti iuran pemeliharaan lingkungan yang membuat pengeluaran malah jadi bertambah.


RUMAH TAPAK

Hal ini sejalan dengan yang disampaikan Country Manager Rumah123.com Maria Herawati Manik yang mengatakan bahwa rumah tapak masih menjadi pilihan paling banyak dari para konsumen pembeli rumah.

“Memang ada kenaikan dari sisi pembelian apartemen atau sewa, tapi rumah tapak tetap paling tinggi peminatnya. Mau ukurannya kecil juga tetap banyak peminatnya,” ungkapnya kepada Bisnis, beberapa waktu lalu.

Maria mengatakan bahwa kebanyakan pembeli apartemen adalah mereka yang memang sudah memiliki kepastian pendapatan dan memang memiliki kepentingan untuk lebih dekat dengan tempatnya bekerja.

Adapun, jika mempunyai uang lebih, mereka juga pasti akan tetap membeli rumah tapak di wilayah pinggiran.

“Bisa jadi memang sama mereka para milenial, [apartemen] dipakai untuk investasi juga, tapi ditempati juga. Jadi, kalau pengembang mau bikin apartemen ya, dari segi lokasi wajib strategis, menurut saya. Kalau jauh ya, harus sabar-sabar jualannya,” kata Maria.


Sumber : ekonomi.bisnis.com


Baca Artikel Terkait
Berita Terkini | 27 Januari 2020
Pakar Feng Shui Beri Tips Pembelian Rumah pada Tahun Tikus Logam
Bisnis.com, JAKARTA — Pasar properti diharapkan bisa mulai bangkit tahun ini. Dengan harga yang masih bertumbuh tipis, daya beli masyarakat diharapkan bisa meningkat. Nah, ada beberapa tips berdasarkan feng shui untuk membeli hunian pada tahun tikus logam ini.Menurut pakar feng shui Yohanes Cokrowibowo atau akrab disapa Suhu Yo, mereka yangBaca Selengkapnya
Berita Terkini | 27 Januari 2020
Tahun Tikus Logam, Saatnya Beli Properti
Bisnis.com, JAKARTA - Setelah sempat tertahan pada tahun babi tanah, Asosiasi Real Estate Broker Indonesia memprediksi minat investor untuk investasi properti pada tahun tikus logam ini bakal membaik.Ketua Umum Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (Arebi) Lukas Bong mengatakan bahwa tahun tikus logam ini menjadi tahun yang tepat bagi para investorBaca Selengkapnya
Berita Terkini | 27 Januari 2020
Bisnis Properti pada Tahun Tikus Logam Diyakini Lebih Baik
Bisnis.com, JAKARTA — Setelah sempat mengalami perlambatan pada tahun babi tanah, bisnis properti pada tahun tikus logam diyakini oleh pengembang akan mulai membaik.Direktur PT Tri Raton Mega Iwan Romano optimistis penjualan properti pada tahun ini bisa bergerak naik. Menurutnya, pergerakan positif sudah mulai dirasakan pada proyek properti yang sedang dikembangkan.“BagiBaca Selengkapnya