(0)


Tahun Tikus Logam, Saatnya Beli Properti
Berita Terkini | 27 Januari 2020

Bisnis.com, JAKARTA - Setelah sempat tertahan pada tahun babi tanah, Asosiasi Real Estate Broker Indonesia memprediksi minat investor untuk investasi properti pada tahun tikus logam ini bakal membaik.

Ketua Umum Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (Arebi) Lukas Bong mengatakan bahwa tahun tikus logam ini menjadi tahun yang tepat bagi para investor untuk membeli properti.

Dia menuturkan, pada tahun ini sejumlah insentif dan kebijakan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah bakal mulai berjalan efektif dan diyakini bakal berdampak positif terhadaps sektor properti.

“Dengan adanya berbagai insentif, maka tahun ini menjadi tahun yang tepat untuk membeli properti. Para investor juga diperkirakan akan lebih percaya diri dalam membeli properti,” ujarnya kepada Bisnis, Minggu (26/1/2020).

Seperti diketahui, untuk menggairahkan sektor properti, pemerintah sebelumnya telah ,eluncurkan sejumlah insentif seperti peningkatan batasan nilai tidak kena Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk rumah sederhana dan RSS, (Rumah Sangat Sederhana).

Pemerintah juga telah memberlakukan kebijakan pembebasan PPN untuk rumah korban bencana, menurunkan tarif PPh pasal 22 dari 5 persen menjadi 1 persen, simplifikasi PPh penjualan dan pengalihan tanah dari 30 hari jadi 15 hari, dan peningkatan batasan PPNBM dari Rp10 miliar jadi Rp30 miliar.

Selain itu, Bank Indonesia juga telah memberikan pelonggaran loan to value (LTV) yang diharapkan dapat menggairahkan kembali sektor properti.

Sejumlah ahli feng shui juga meramalkan bahwa kinerja industri properti pada tahun ini bakal lebih baik jika dibandingkan tahun sebelumnya.

Ahli Feng Shui Jenie Kumala Dewi sebelumnya mengatakan bahwa sektor properti pada tahun ini akan lebih baik jika dibandingkan tahun sebelumnya yang cenderung melambat dan tidak dinamis.

Prediksi serupa disampaikan Ahli Feng Shui Xiang Yi Hong yang memberikan gambaran optimistis terhadap sektor properti pada tahun tikus logam ini.

Menurutnya, pada tahun ini bisnis properti adalah bidang yang dianggap paling potensial.


Sumber : ekonomi.bisnis.com


Baca Artikel Terkait
Berita Terkini | 30 Maret 2020
Jelang Ramadan, Sektor Properti Masih Wait and See
Bisnis.com, JAKARTA — Jelang Ramadan, pengembang properti memprediksi masyarakat dan kalangan investor masih tetap melakukan sikap wait and see menyusul mewabahnya virus corona jenis baru di Indonesia.Ketua Umum Asosiasi Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Junaidi Abdillah mengatakan permintaan hunian bersubsidi dinilai sangat tinggi jika dalam kondisi normal."Permasalahannya, Ramadan tahunBaca Selengkapnya
Berita Terkini | 30 Maret 2020
Genjot KPR, Pengembang Rumah Subsidi Rela Beri Stimulus
Bisnis.com, JAKARTA - Pengembang rumah subsidi harus rela memberikan stimulus kepada konsumen menyusul tekanan yang melanda sektor properti akibat dampak wabah corona atau Covid-19. Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Junaidi Abdillah mengatakan bahwa pihaknya berinisiatif memberikan keringanan terhadap kalangan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dalam pembelian rumah. KeringananBaca Selengkapnya
Berita Terkini | 30 Maret 2020
Survei: Milenial Indonesia Lebih Mengincar Rumah ketimbang Apartemen
JAKARTA, KOMPAS.com - Chief Innovation Officer Shirvano Consulting Fadhila Nur Latifah Sani mengatakan, ketertarikan generasi milenial akan rumah (landed house) lebih besar ketimbang hunian vertikal. Hal tersebut dapat dibuktikan dari hasil survei Shirvano Consulting saat melakukan penyigian pada tahun 2019 dengan mengumpulkan sebanyak 175 responden di seluruh pulauBaca Selengkapnya