(0)


Bisnis.com, JAKARTA— Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tengah menyiapkan sejumlah strategi khusus untuk mendorong capaian program satu juta rumah.

Hal tersebut dilakukan guna mencapai target pembangunan rumah yang telah ditetapkan Kementerian PUPR pada 2019 yakni 1,25 juta unit rumah.

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid menjelaskan bahwa pihaknya akan terus menggandeng semua pemangku kepentingan bidang perumahan untuk meyukseskan program tersebut. Pasalnya, kebutuhan rumah untuk masyarakat terus meningkat setiap tahun.

Khalawi menuturkan bahwa berdasarkan data yang telah tercatat, capaian program satu juta rumah per Juli 2019 sudah mencapai angka 626.330 unit rumah atau lebih dari 50 persen dari target yang ditetapkan yakni 1,25 juta unit rumah.  

“Kami sudah menyiapkan strategi khusus untuk mendorong agar capaian Program Satu Juta Rumah bisa lebih ditingkatkan lagi,” ujarnya melalui siaran oers, Minggu (14/7/2019).

Khalawi menambahkan bahwa setidaknya terdapat 15 strategi yang akan dilaksanakan oleh Ditjen Penyediaan Perumahan untuk menyelesaikan pekerjaan pembangunan perumahan untuk masyarakat.

Beberapa stategi tersebut antara lain segera menarik uang muka untuk pekerjaan yang telah terkontrak, meningkatkan koordinasi dengan Badam Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi dalam rangka percepatan pelaksanaan lelang, serta mengevaluasi dan memberikan rekomendasi serta memfasilitasi penyesaian masalah.


Sumber : ekonomi.bisinis.com


Baca Artikel Terkait
Berita Terkini | 6 April 2020
Tren Pasar Properti Menurun, Ini yang Dilakukan Pengembang
Bisnis.com, YOGYAKARTA — Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia DIY menilai tren pasar properti sedang menurun antara lain disebabkan oleh pandemi virus corona.“Trennya memang menurun [sektor properti] karena pengaruh ekonomi makro. Corona terdampak juga, tetapi sedikit saja,” kata Ketua DPD Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) DIY Rama Adyaksa Pradipta, Minggu (5/4/2020).Menurutnya, jikaBaca Selengkapnya
Berita Terkini | 6 April 2020
Pengembang Pertanyakan Keterlambatan Pencairan KPR FLPP
Bisnis.com, JAKARTA - Pengembang hunian bersubsidi meminta penjelasan dari Ditjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR terkait masih adanya keterlambatan dana pencairan Kredit Pemilikan Rakyat Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP).Alasannya, pengembang di luar Pulau Jawa masih kerap menerima keterlambatan proses pencairan KPR FLPP dari Pusat Pengelolaan DanaBaca Selengkapnya
Berita Terkini | 30 Maret 2020
Jelang Ramadan, Sektor Properti Masih Wait and See
Bisnis.com, JAKARTA — Jelang Ramadan, pengembang properti memprediksi masyarakat dan kalangan investor masih tetap melakukan sikap wait and see menyusul mewabahnya virus corona jenis baru di Indonesia.Ketua Umum Asosiasi Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Junaidi Abdillah mengatakan permintaan hunian bersubsidi dinilai sangat tinggi jika dalam kondisi normal."Permasalahannya, Ramadan tahunBaca Selengkapnya