Spinner Icon

Inspirasi Keren untuk Hunian di Iklim Tropis

Author Image
Info Terbaru · 22 September 2021
Table of Contents:

Sebuah bangunan rumah harus dapat menyesuaikan dengan iklim di wilayah tersebut supaya dapat bertahan lama di segala kondisi. Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki iklim tropis. Iklim tropis membuat wilayah Indonesia mendapat pancaran sinar matahari cerah sepanjang tahun, curah hujan yang tinggi, serta kelembaban udara yang tinggi. 

Pembuatan rumah dengan penyesuaian iklim sebenarnya sudah diterapkan sejak dahulu oleh nenek moyang yang diturunkan melalui tradisi. Meskipun berbeda dengan teknologi canggih saat ini, nenek moyang kita telah menerapkan prinsip-prinsip dasar yang tepat sehingga rumah-rumah yang dibuat bisa beradaptasi dengan lingkungan. Jadi, kalau kamu sedang merencanakan pembangunan rumah, seharusnya kamu paham dengan ciri-ciri bangunan dengan iklim tropis. Sehingga, saat berdiskusi dengan arsitek, kamu bisa memberikan lebih banyak alternatif sesuai keinginan.


Ciri Khas Hunian yang Menerapkan Penyesuaian dengan Iklim Tropis


(Thanhhoa Tran dari Pexels)

Biasanya hunian tropis memiliki atap berbentuk limas. Bentuk ini menyesuaikan dengan iklim tropis yang memiliki curah hujan yang tinggi. Pada bagian atap terdapat ruangan untuk meredam panas dari matahari. Kamu juga harus menyesuaikan jendela dan pintu dengan ukuran sedang yang dilengkapi dengan tirai untuk mengontrol banyaknya cahaya yang masuk. 

Selain cahaya, ventilasi juga diperlukan dalam hunian tropis sebagai jalur sirkulasi udara. Kalau kamu perhatikan, hunian tropis memiliki warna yang cenderung terang, karena warna-warna gelap cenderung lebih mudah untuk menyerap panas. Kamu bisa menambahkan tanaman di sekitar hunianmu yang berfungsi sebagai peneduh, pengatur kelembaban udara dan sumber udara yang bersih, sekaligus penambah keindahan.


Inspirasi Hunian Iklim Tropis dengan Lahan yang Cukup Luas 


(Mario Birowo Photography)

Studio Air Putih merupakan kantor biro arsitek dan desain interior. Meskipun begitu, rancangan studio ini sangat menarik digunakan sebagai referensi desain hunian dengan iklim tropis dengan lahan yang cukup luas. Secara kasat mata, bangunan ini memiliki bentuk seperti bangunan dengan tembok bata ekspos biasa. Tapi, sebenarnya dinding tersebut dibangun dua lapis dengan menyisakan ruang kosong selebar 10 sentimeter untuk meredam panas dan dialirkan ke atas supaya tidak terperangkap. Cahaya matahari yang masuk juga dikontrol sehingga bangunan ini tidak memerlukan penerangan buatan di siang hari. 

Kantor ini juga masih meninggalkan bangunan lamanya dalam kondisi utuh, dengan ciri khas bangunan tropis yang memiliki atap berwarna putih berbentuk segitiga. Bagian tengah dalam studio ini dibuat kosong yang memberikan sirkulasi udara yang baik, sekaligus mendukung tanaman untuk tumbuh lebih besar sehingga bisa memberikan keteduhan.


Hunian Iklim Tropis yang Selaras dengan Alam dan Lingkungan


(www.archinesia.com)

Setiap arsitek memiliki gayanya masing-masing dalam merancang bangunan. Jauh dari kemewahan, rumah yang dirancang Eko Prawoto sangat selaras dengan alam dan lingkungan disekitarnya. Beliau selalu berusaha untuk berpikir kritis dan mengaitkan akar budaya dalam setiap karyanya. Akar budaya yang diyakini, membawa beliau pada eksplorasi bangunan menggunakan material lokal dan bekas. 

Eko Prawoto mewujudkan keselarasan dengan alam dalam huniannya dengan membuat banyak ruang yang terbuka dan fleksibel. Hunian seperti ini sangat cocok sesuai dengan karakter rumah di iklim tropis. Jumlah jendela yang cukup banyak juga membuat sirkulasi udara lebih lancar sehingga bisa menghemat energi listrik di siang hari dan tidak memerlukan pendingin ruangan. 





 

Artikel Terkait

Lihat Semua

Artikel Terpopuler

Lihat Semua