Spinner Icon

Tren Ruang Kerja Global, Meleburkan Sekat Atasan Bawahan

Author Image
Info Terbaru · 3 Agustus 2017
Housing-Estate.com, Jakarta - Perusahaan real estate consultant Knight Frank merilis data menarik terkait perkantoran, ruang kantor, dan aktifitasnya. Rilis yang wahan diterima housing-estate.com, Rabu (13/1) menyebutkan, ruang kerja di Kota Sydney, Australia, antara bos dan asistennya ditempatkan di ruang yang sama sehingga hirarkinya sangat datar.


Tapi di London maupun Shanghai, ruang kerja untuk para atasan lebih besar dengan perbandingan 1,9:1 sementara di Hongkong lebih besar lagi dengan rasio 4:1. Riset ini juga menyebutkan, semakin sedikit perbedaan mencolok antara manager dan staf, akan lebih baik suasana kerja yang bisa dibangun termasuk perspektif yang akan dirasakan oleh pimpinan perusahaan.


Di sisi lain, dunia kerja saat ini membuat ekspektasi seseorang terhadap pekerjaannya bukan hanya dari seberapa besar gaji yang mereka terima. Para pekerja modern saat ini memiliki ekspektasi untuk bisa bekerja di lingkungan yang lebih baik karena itu ruang kerja juga menjadi relatif penting.


Ruang kerja yang bentuknya kolaboratif umumnya lebih disukai bahkan ruang kerja dengan suasana rumah saat ini sudah mulai lazim diterapkan. Di perusahaan besar seperti Google atau Facebook bahkan menyediakan makan malam gratis selain fasilitas gym hingga tempat tidur untuk pekerjanya beristirahat.


Kemudian pengaturan meja kerja dengan model hot desking sehingga memungkinkan alokasi ruang yang lebih sedikit untuk setiap pekerja juga sangat positif. Dengan pengaturan seperti ini interaksi dan kolaborasi menjadi kunci utamanya sehingga ruang kantor menjadi lebih efisien. Situasi ini akan membuat manager senior yang bekerja di balik meja sendiri akan semakin memudar.


Riset Knight Frank juga menyebutkan faktor lain terkait dengan lokasi kantor. Untuk lokasi perkantoran di kawasan CBD akan memungkinkan perusahaan memanfaatkan fasilitas infrastruktur kota yang lebih baik. Para pekerja juga menjadi lebih mudah untuk berangkat ke kantor dengan menggunakan transportasi umum. Semangat kerja dipastikan akan berkurang bila lokasi kantor jauh dari pusat kota terlebih tidak menyediakan fasilitas tempat makan maupun kedai kopi yang mudah diakses dari kantor.


 

Artikel Terkait

Lihat Semua

Artikel Terpopuler

Lihat Semua