Spinner Icon

Seputar Kayu Kamper, Si Kuat yang Tahan Rayap

Author Image
yoyo.angelica
Info Terbaru · 14 November 2022
Table of Contents:
  • Asal Usul Kayu Kamper
  • Ciri Kayu Kamper
  • Kelebihan Kayu Kamper
  • 1. Struktur yang Kokoh serta Tahan terhadap Rayap dan Hama
  • 2. Tidak Mudah Lapuk dan Ditumbuhi Jamur
  • 3. Berkualitas Tinggi Namun Harga Terjangkau
  • 4. Memiliki Tampilan yang Cantik dan Efisien
  • Kekurangan Kayu Kamper
  • 1. Menyusut Bila Terkena Air
  • 2. Alergen bagi Sebagian Orang
  • 3. Proses Pengawetan yang Kompleks
  • Fungsi Kayu Kamper
  • 1. Kayu Kamper sebagai Rangka Atap dan Plafon
  • 2. Kayu Kamper Sebagai Pelapis Dinding Interior
  • 3. Kayu Kamper sebagai Perabot
  • Kesimpulan


Kayu merupakan salah satu hasil alam yang banyak dipilih sebagai bahan dasar perabot dan konstruksi bangunan. Hal ini disebabkan sifat kayu yang relatif kokoh dan dianggap cocok dengan berbagai konsep hunian. Selain itu, pengaplikasian kayu juga memberi kesan hangat dan elegan pada interior rumah.

Meski begitu, memilih kayu sebagai elemen penyusun bangunan juga memiliki kelemahan. Sebagian besar jenis kayu rentan terhadap proses pelapukan dan serangan rayap. Setelah rayap menggerogoti sisi dalam kayu, struktur kayu akan menjadi rapuh dan mudah patah. Kayu yang kemudian akan berlubang juga perlahan kehilangan nilai estetikanya.

Jika sudah begini, tidak ada hal yang dapat kamu lakukan kecuali mengganti elemen yang rusak tersebut dengan yang baru. Namun, harga kayu relatif mahal, sehingga kamu juga harus rela mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk mengganti bagian yang rusak tersebut.

Bagi kamu yang menyukai penggunaan elemen kayu pada hunian namun enggan menghadapi persoalan rayap, memilih elemen yang berbahan dasar kayu kamper mungkin adalah pilihan yang tepat. Kayu jenis ini digadang-gadang tahan terhadap rayap dan berbagai jenis hama.

Meski begitu, sebelum memilih kayu tersebut sebagai elemen penyusun bangunan, ada baiknya jika kamu mengenal lebih lanjut terkait kayu kamper. Artikel ini akan mengupas tuntas asal usul, karakteristik, serta kelebihan dan kekurangan dari hasil alam tersebut. Check it out!

Asal Usul Kayu Kamper

Pohon kamper atau Cinnamomum camphora merupakan hasil alam yang berasal dari negara beriklim tropis, seperti Indonesia. Pohon ini dinamai demikian karena mengeluarkan aroma khas seperti kamper yang dikeluarkan oleh tumbuhan ini.

Di Indonesia, pohon kamper banyak ditemukan di pulau Kalimantan, khususnya Samarinda yang menjadi salah satu produsen kayu kamper terbesar. Meski begitu, saat ini sudah banyak negara di kawasan subtropis yang mulai melakukan budidaya pohon kamper, seperti Amerika Serikat.

Hal tersebut disebabkan klasifikasi pohon kamper menurut Internationalfor The Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN) merupakan jenis pohon yang sudah mulai jarang dan terancam punah.

Karena itulah, penanaman kembali dan budidaya pohon kamper mulai digalakkan. Sebagai dukungan terhadap upaya tersebut, banyak negara yang kemudian memilih untuk mengurangi impor kayu kamper dan melakukan budidaya di negara masing-masing.

Baca juga: Kupas Tuntas Kayu Mahoni untuk Bahan Furnitur Rumah

Ciri Kayu Kamper

Kayu kamper berasal dari pohon kamper yang memiliki tinggi sekitar 20-30 meter dengan diameter 0,6-1,2 meter. Kayu kamper memiliki serat dengan pola lurus atau bergelombang. Kayu kamper juga memiliki tekstur yang halus. Meski begitu, tekstur kayu kamper dapat kamu rasakan hanya dengan meraba permukaannya.

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, kayu ini memiliki aroma yang unik seperti kamper. Aroma ini bisa terasa harum bagi sebagian orang dan menyengat bagi sebagian lainnya. Dari segi tampilan, kayu kamper tampak mengkilap dan memiliki warna merah seperti kayu mahoni. Bedanya, warna merah pada kayu kamper sedikit lebih muda.

Selanjutnya, kita akan membahas kelebihan dan kekurangan dari kayu kamper.

Kelebihan Kayu Kamper

1. Struktur yang Kokoh serta Tahan terhadap Rayap dan Hama

Kelebihan kayu kamper yang paling terkenal adalah sifatnya yang tahan rayap. Hal ini disebabkan oleh aroma khas kamper yang umumnya tidak disukai oleh serangga maupun rayap. Kayu kamper juga memiliki struktur yang padat dan keras sehingga rayap tidak bisa menggigit permukaan kayu tersebut.

2. Tidak Mudah Lapuk dan Ditumbuhi Jamur

Kelebihan lain yang dimiliki oleh kayu ini adalah sifatnya yang tahan terhadap kelembaban tinggi dan resisten terhadap jamur. Hal inilah yang membuat kayu kamper tidak mudah lapuk meski diletakkan di daerah yang relatif lembab.

3. Berkualitas Tinggi Namun Harga Terjangkau

Kayu kamper yang dihasilkan juga umumnya berkualitas tinggi dan awet digunakan hingga 10 tahun lebih. Meski tahan lama dan memiliki kualitas yang baik, kayu ini juga dipasarkan dengan harga yang relatif murah, sehingga kerap menjadi alternatif pengganti kayu jati.

4. Memiliki Tampilan yang Cantik dan Efisien

Dari segi tampilan, pola serat kayu kamper yang indah juga menjadikan material ini tampak mahal. Sebagian besar orang yang memiliki perabot dari kayu kamper cenderung membiarkan kayu kamper tampil apa adanya tanpa diberi tambahan cat atau apapun.

Selain keunggulan yang telah disebutkan sebelumnya, ada satu keunggulan yang hanya dimiliki oleh kayu kamper asal Samarinda. Serat yang dimiliki oleh kayu kamper Samarinda sangat indah sehingga kerap tidak membutuhkan finishing untuk mempercantik tampilannya.

Baca juga: Kumpulan Rekomendasi Model Kursi Kayu Unik

Kekurangan Kayu Kamper

1. Menyusut Bila Terkena Air

Meski memiliki kualitas dan daya tahan yang baik, kayu kamper juga memiliki sejumlah kelemahan, seperti bentuknya yang mudah berubah dan menyusut jika terkena air. Karena sifatnya yang tidak tahan air, kayu ini kurang cocok menjadi bahan dasar pintu, jendela, maupun kusen. Namun, jika kamu ingin menggunakan kayu kamper untuk konstruksi atap dan plafon, strukturnya yang kuat akan menjadikan properti semakin kokoh.

2. Alergen bagi Sebagian Orang

Selanjutnya, aroma kamper yang dikeluarkan oleh tanaman ini bersifat alergen dan mungkin tidak disukai oleh sebagian orang, menjadikan material ini tidak bersifat universal dan tidak dapat digunakan oleh siapa saja. Karena itulah, pastikan dulu kamu tidak memiliki alergi sebelum memilih bahan ini untuk menjadi furnitur maupun elemen penyusun hunian.

3. Proses Pengawetan yang Kompleks

Terakhir, kelemahan kayu kamper yang cukup menjadi perhatian adalah kompleksnya proses yang dilakukan untuk mengawetkan kayu ini. Metode pengawetan yang digunakan melibatkan powder coating, vacuum pressing, dan pengolesan dengan kuas secara manual.

Fungsi Kayu Kamper

Setelah memahami asal usul, karakteristik, serta kelebihan dan kekurangan kayu kamper, selanjutnya akan dibahas bagaimana bahan ini diaplikasikan sebagai elemen penyusun bangunan.

1. Kayu Kamper sebagai Rangka Atap dan Plafon

Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, kayu kamper memiliki struktur yang padat dan kokoh. Hal itulah yang menjadikan bahan ini cocok menjadi rangka konstruksi atap dan plafon pada bangunan tempat tinggal.

Biasanya, rangka atap berbahan dasar kayu yang sudah digerogoti rayap akan mudah keropos. Struktur kayu yang tak lagi kuat juga menyebabkan atap mudah bergeser dan bocor ketika hujan turun. Dengan menggunakan kayu kamper, rangka atap akan tetap kokoh setelah sekian lama. Hal ini juga berlaku pada rangka plafon. Jika bahan penyusun rangka sudah lapuk, plafon rentan jatuh dan membahayakan penghuni rumah.


2. Kayu Kamper Sebagai Pelapis Dinding Interior

Sifat dasar kayu yang membuat hunian tampak hangat juga menjadi salah satu alasan untuk memilih bahan kayu kamper sebagai pelapis dinding. Dari segi tampilan, kayu kamper memang terlihat cantik dengan warna yang kemerahan dan sifatnya yang dapat memantulkan cahaya. Karena itulah, pemanfaatan kayu kamper sebagai pelapis dinding interior akan membuat hunian tampak semakin menawan.

Meski cocok untuk digunakan sebagai pelapis dinding, perlu diingat bahwa kayu kamper dapat berubah bentuk jika terkena air. Karena itulah, kamu harus mempertimbangkan dengan baik area yang nantinya akan dilapisi kayu kamper. Jangan gunakan kayu kamper untuk melapisi dinding eksterior. Lebih lanjut, upayakan dinding kamper yang ada di dalam rumah terletak jauh dari jangkauan air.

3. Kayu Kamper sebagai Perabot

Berikutnya, kayu kamper juga kerap diolah menjadi perabot rumah tangga, seperti kursi, meja, dan lemari. Selain awet dan tahan terhadap rayap, aroma yang dikeluarkan oleh kayu kamper juga dapat menjadi pewangi alami yang membuat suasana rumah semakin nyaman.

Meski begitu, perlu diingat pula bahwa bahan dan aroma kayu kamper bersifat alergen. Karena itu, kamu harus memastikan tidak ada penghuni yang alergi terhadap hasil alam yang satu ini.

Lebih lanjut, hanya meletakkan furnitur berbahan dasar kayu kamper di sisi dalam hunian. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya perubahan bentuk yang disebabkan oleh percikan air hujan.

Baca juga: Ketahui Manfaat dan Kelebihan Kayu Meranti untuk Rumah

Kesimpulan

Demikianlah pemaparan terkait asal usul, karakteristik, serta kelebihan dan kekurangan kayu kamper. Selain kayu kamper, masih banyak lagi jenis kayu yang dapat kamu gunakan untuk bahan dasar furnitur rumah, dengan keunggulan masing-masing dan rentang harga yang bervariasi pula. Oleh karena itu, pastikan kayu yang kamu pilih sesuai dengan kebutuhan dan konsep yang akan diusung pada hunian. 

Cek website BTN Properti untuk info lainnya mengenai rumah dan program KPR BTN. 

 

Artikel Terkait

Lihat Semua

Artikel Terpopuler

Lihat Semua